Buku "Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra" karya Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna (2008) membahas dampak kolonialisme yang terus berlanjut melalui analisis sastra Indonesia. Teori ini sangat relevan untuk membedah karya fiksi dan nonfiksi yang menarasikan konflik budaya, dominasi, dan hibriditas pascajajahan, menjadikannya kajian krusial bagi humaniora.