Inilah kemegahan cinta yang tulen, yang pernah berakar; dan pernah berantakan, tapi kini kembali menggaung, karena nurani yang tidak pernah menyerah. Ia dipijak, dianiaya, diperkosa, dan dipaksa untuk mati, tapi tak pernah ia merasa kalah, tak pernah ia binasa...
Novel yang sarat kritik sosial tentang kemunafikan, korupsi serta kekerasan atas nama suku dan agama.
Kisah tentang perjuangan sepasang anak manusia beda etnis pada masa-masa akhir Hindia-Belanda sampai perjuangan kemerdekaan Indonesia...
Dengan latar belakang Hindia-Belanda, khususnya Bandung, pada 1920-an, novel ini menggambarkan perjuangan sepasang kekasih melawan sekelompok orang yang menjebak mereka dalam dunia persundalan. Dengan lihai, Remy Sylado meramu penderitaan dan ketegangan, kesedihan dan kebahagiaan, menjadi kisah cinta yang sedap sampai halaman akhir. Inilah novel yang akan membawa kita ke dalam suasana Bandung 8…
Trafiking Perempuan Indonesia, Remy Sylado telah merampungkan novel terbarunya Mimi Lan Mintuna. Dalam novel ini Remy membeberkan jatuh-bangun kesetiaan sepasang suami-istri di tengah buasnya mafia perdagangan perempuan. Kesetiaan mereka tandas sampai akhir bagaikan pasangan mimi dan mintuna.Sang Mimi dan Sang Mintuna dalam kisah ini ialah Petruk dan Indayati. Petruk ialah preman kelas kampung …
Banyak pelukis sejak abad ke-19 melukis kehidupan di Boulevard de Clichy. Termasuk Van Gogh, Bonnard, Cezanne, Pissaro, Renoir, Seurat, Severini, Signac. Apa yang menarik dari nama jalanan di Paris ini? Di situ, dalam novel ini, ada Anugrahati, panggilannya Nunuk, penyanyi dan penari telanjang yang dijuluki Meteore de Java. Dia terbuang namun tak menyerah, terlaknati namun terberkati. Ci…
Menjura aku pada puisi-puisi dan lukisan-lukisan yang disisipkan tentunya dengan maksud oleh Jopi Tambayong alias Remy Sylado di dalam buku ini. Jumlah puisinya? Jangan tanya... aku tak sanggup menghitungnya sendiri. Puisi-puisi ini diserakkan begitu saja dalam 1.026 halaman. Pembagian Kerygma dan Martyra entah bagaimana ceritanya, itu tak jelas buatku. Maksudnya diserakkan, ya benar-benar…
Banyak buku dan bahkan film yang telah dibuat untuk tokoh mata-mata internasional Mata Hari. Mengapa seorang Remy Sylado juga menuliskannya ?? Oom Remy ( demikian sang pengarang kami sapa ) adalah salah satu penulis yang paling produktif saat ini. Dalam 1 tahun ini, oom Remy telah menulis 3 novel yang masing-masing lumayan tebal ( lebih dari 500 halaman !! ) , yaitu: Jalan Tamblong, Namaku…
My Name is Mata Hari tells the story of the infamous dancer and courtesan who began as Margaretha Geertruida Zelle, a young Dutch woman who married the elder Rudolph MacLeod, a military officer, and traveled with him to the Dutch East Indies. Claiming her mother's Javanese ancestry, she changed her name to Mata Hari, Malay for 'eye of the day'