Buku ini dimulai dari definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan bahwa semiotika “pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie).” Definisi Eco ini meskipun mungkin sangat mencengangkan banyak orang – secara eksplisit menjelaskan betapa sentralnya konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga du…
Setelah Hipersemiotika, terbit Posrealitas yang menguraikan permasalahan (pos)realitas dalam wacana-wacana seperti media, ekonomi, sosial. estetika, feminisme, spiritualitas, pornografi, kriminalitas, hukum dan banyak lagi. Pembaca akan menemukan banyak uraian yang lugas namun puitis, kalimat-kalimat yang mengalir dengan lancar dengan uraian akademis yang ketat.