This book sheds light on the nature of community within urban off-street neighborhoods (kampung) in Java, examining the concept of community in the light of state programs of administration and control, religious reform movements, and local residents' responses to these and to conditions during both the New Order and Reformasi period after 1998
One form of performance art that came to Indonesia from China and was warmly received in Java is Wayang Potehi. This hand-puppet performance art went through its own up and downs over the centuries from political circumstances and, yet, today still maintains it original format despite the fact that majority of the artists are now Javanese. "WAYANG POTEHI OF JAVA" is a premium coffee-table book …
Dalam Perang Jawa (1825-1830), ketokohan Pangeran Diponegoro sangat sentral dan menonjol. Oleh karena itu, penerbitan buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855) ini perlu diapresiasi. Karya biografi ini, yang bersama edisi Inggrisnya diterbitkan hampir serentak di Jakarta dan Oxford, ditulis sejarawan Prof. Dr. Peter Carey berdasarkan disertasinya. Buku ini mempermudah orang memungutn…
Buku ini memuat sejumlah catatan penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih dari 600 tahun sejarah Pulau Jawa dalam arti luas. Pakar sejarah James Rush dari University State of Arizona di Amerika telah memilih dan merangkai kisah-kisah yang didedahkan mengenai Jawa oleh 35 pengelana Barat mulai dari masa-masa paling awal kontak bangsa Eropa dengan Jawa pada 1330-an sampai dengan perten…
This valuable title, in print for over thirty years, provides a lasting contribution to our understanding of Javanese society. Insight comes through an analysis of wayang (Javanese shadow plays), not just as theater but in a broader social context. The revised edition has been completely reformatted and the quality of the rich artwork has been enhanced. 1997. 104 pages. 65 illustrations.
Menyusul pembantaian massal orang Tionghoa oleh Belanda di Batavia pada tahun 1740, laskar Tionghoa yang didukung bala tentara Jawa menyerang balik posisi-posisi VOC. Perang balas dendam ini kemudian disebut Perang Sepanjang atau Geger Pacinan, yang berlangsung antara 1740-1743. Laskar Tionghoa dipimpin Kapitan Sepanjang dari Batavia dan Tan Sin Ko alias Singseh dari Jawa bagian tengah. Pasu…