Naga yang Berjalan di Atas Air

Senin, 22 Oktober 2012
18:00 – 21:00
C2O Library & Collabtive
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264

Bersama:

– Otty Widasari (Sutradara Film Naga Yang Berjalan Diatas Air, Seniman & Jurnalis/Pimred akumassa Forlen)
– Renal Rinoza Kasturi (Periset Media & Penulis/ Salah satu pendiri Komunitas Djuanda)
– Aditya Adinegoro (Jurnalis Media Cetak/Program Kinetik

Naga Yang Berjalan Di Atas Air adalah sebuah filem dokumenter panjang yang diproduksi oleh Forum Lenteng bekerjasama dengan Komunitas Djuanda, Tangerang Selatan, dalam program Monitoring – Upgrading, akumassa. Film ini diproduksi sebagai bagian dari proses perekaman kronik sejarah sosio-kultural yang ada di Kota Tangerang Selatan.

Film ini bercerita tentang kisah seorang penjaga klenteng yang bernama Kang Sui Liong di mana ia hidup selama puluhan tahun di daerah Babakan Pocis, Tangerang Selatan bersama anak istri dan orang-orang sekitarnya. Setiap harinya ia bertemu dengan berbagai macam kalangan baik jemaah klenteng maupun orang-orang yang ingin bersilaturahmi.

Film ini berusaha untuk menyampaikan informasi dan sebagai sarana untuk menyembatani kesepahaman bersama akan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Perpaduan sistem religi dan budaya mendapatkan corak akulturatif dan kaya akan ornamentasi. Perpaduan inilah yang menghidupi klenteng dengan latar kultural berdasarkan perpaduan ketiga unsur yakni Betawi, Sunda dan Tionghoa yang lebur secara bersamaan dalam penggalan waktu.

Trailer:
http://vimeo.com/39418079

Info film:
www.naga.akumassa.org
facebook.com/nagayangberjalandiatasair
Twitter: @nagadaritangsel

Info pemutaran di Surabaya: 08563307152 (remy)

Acara ini terselenggara atas kerjasama Forum Lenteng, Komunitas Djuanda, Kinetik dan C2O Library & Collabtive.

Pemutaran film Etnografis Aryo Danusiri

Sebelum kita memasuki bulan puasa, kami mengundang kawan-kawan untuk menghadiri rangkaian pemutaran rangkaian film Aryo Danusiri yang akan dibuka dengan kuliah pengantar dari Hatib Abdul Kadir dari Etnohistori, pada:

Sabtu, 14 Juli 2012, pk. 18.00
di C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264 (lihat peta di sini)

Pada malam pembukaan, Hatib Abdul Kadir, koordinator redaksi Etnohistori.org dan pengajar Antropologi Media dari Universitas Brawijaya, akan membahas film-film Aryo Danusiri dari perspektif etnografi teks yang yang berubah ke visual.
_____________

Aryo Danusiri adalah seorang seniman video dan antropolog. Lahir di Jakarta pada 1973, dokumneter pertama Danusiri di Aceh, “Village Goat Takes The Beating” terpilih sebagai seleksi resmi Amnesty Film Festival 2001 di Amsterdam. Semenjak itu, film-film etnografis, dokumenter dan film pendeknya mengenai HAM dan permasalahan multikultural di Indonesia telah ditayangkan di berbagai festival internasional, antara lain Rotterdam, RAI (UK), the Margaret Mead Film Festival (USA), Singapura, Brisbane, Taiwan dan Rotterdam. Etno-dokumenternya, “Lukas’ Moment” di Irian Barat, menerima penghargaan “Best Student Film” di RAI Ethnographic Film Festival di Inggris. Danusiri adalah filmmaker di Ragam Sensory Ethnography Lab di Jakarta yang mengembangkan media visual sebagai pemicu pembelajaran lintas-budaya dan pengelolaan komunitas. Saat ini, Danusiri sedang melakukan PhD dalam program Antropologi Media, dengan bidang Praktik Media Kritis di Harvard University.

Berikut adalah beberapa film Aryo Danusiri:

Village Goat Takes the Beating

Disyuting di Aceh di akhir 1999, melalui wawancara panjang dengan korban atau dengan saudara-saudara korban yang telah meninggal, dan melalui beberapa perekaan ulang, catatan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Indonesia di Aceh terutama di tahun 1990an, terutama di daerah Tiro di Pidie, selama periode DOM, di mana di bawah Suharto Aceh dibuat menjadi daerah operasi militer dengan tujuan menekan Gerakan Aceh Merdeka.

Lukas’ Moment

Tentang sepotong kehidupan sehari-hari saat ini di Papua Barat, salah satu daerah konflik di Indonesia. Bukannya mereproduksi Papua dengan stereotipe citra yang mengerikan dan penuh horor konflik, Danusiri lebih tertarik memperlakukan kameranya untuk menciptakan cerita yang intim, mengamati dan emptais mengenai Lukas, seorang nelayan Marind yang berusaha untuk membiayai pendidikannya. Lukas memulai suatu usaha kecil dengan dukungan satu proyek pembangunan. Dimulai dengan ritme yang lambat dan atmosferik, film ini mengikuti usaha Lukas untuk menjual tangkapannya ke ibukota tanpa melalui perantara, yang kemudian menimbulkan berbagai kesulitan.

The Poet of Linge Homeland

Potret Ibrahim Kadir, salah satu dari “Ceh” (penyair) lama Gayo, seseorang yang memimpin dan berlaku sebagai biduan utama Didong (salah satu tradisi lisan masyarakat Gayo). Tradisi lisan ini adalah kombinasi dari sastra, musik, dan tarian. Dokumenter ini memfokuskan pada kehidupan sehari-hari Ibrahim, menyanyikan baladanya, menari, dan mementaskan/mengomentari kompetisi di tanah asalnya Linge (Gayo) di Aceh pusat.

Playing Between Elephants

Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika gajah berkelahi, kancil mati di tengah. Tapi dalam dokumenter ini, kancil tidak mati—sebaliknya, ia berhasil bermain di antara mereka dan mendapatkan apa yang ia mau. Film ini mendokumentasikan Aceh pasca-Tsunami dan pasca-konflik, di mana UNHABITAT ditugaskan untuk membangun rumah, sementara kepala desa Aceh memimpin warganya melalui suka duka proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Film ini menunjukkan betapa sukarnya bertahan melewati suatu trauma dan kemudian mengalami intervensi global.

Invitation

Peluncuran & diskusi film “Invitation” di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 | Indonesia | Romance/Drama | 30 menit | Bhs Indonesia | English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

Pemutaran film

Bulan ini kami mendapat kesempatan untuk merayakan Afternoon Talk: Love Letter to Java Tour (19 Februari), dan memutar film pendek ‘Invitation’ (18 Februari) karya Affan Hakim, salah satu filmmaker muda Surabaya. Untuk meramaikan, kami memutar berbagai film lainnya dengan tema senada. Jadwal lengkapnya, di bawah.

Info lebih lanjut, hubungi: info@c2o-library.net

—————
Atonement
Sutradara: Joe Wright. Diadaptasi dari novel Ian McEwan (novel tersedia di rak fiksi C2O)
2007 | UK | 123m | English with English subs

Sabtu, 4 Februari 2012, pk. 18.00

1935. Briony Tallis, seorang gadis 13 tahun bercita-cita menjadi penulis. Ketika Robbie Turner, putra dari pembantu rumah tangga Tallis menaruh hati pada kakaknya, Cecilia, dan Briony melihat keduanya bercinta, Briony kemudian menuduh Robbie suatu tindakan kriminal yang tidak dilakukan Robbie. Cecilia dan Robbie saling mencintai satu sama lain, tapi tuduhan palsu Briony mengubah nasib dan kehidupan ketiganya, selamanya.

——————-
Midnight in Paris
Sutradara: Woody Allen
2011 | USA | 94 m | Warna | Inggris, teks Inggris

Minggu, 5 Februari 2012, 18.00

Bercerita mengenai pengalaman sekelompok turis Amerika yang terpesona dengan Paris. GIll Pender, seorang screenwriter yang sukses tapi tidak puas dengan kehidupannya, dan sangat menggilai Paris di tahun 1930an. Dia bercita-cita menjadi penulis “sesungguhnya”, dan melalui time travel yang ajaib setiap malam, di mana dia dibawa ke Paris di tahun 1930an, dan bertemu dengan berbagai idolanya, dia terpaksa menghadapi kenyataan mengenai ketidakcocokannya dengan tunangannya dan tujuan hidup mereka yang berbeda.

——————-
Happy Together
Sutradara: Wong Kar-Wai
1997 | Hong Kong | 96 menit | Cantonese, English subs

Sabtu,11 Februari 2012, 18.00

Yiu-Fai dan Po-Wing tiba berlibur ke Argentina dari Hong Kong, tapi di sana hubungan mereka malah merenggang. Yiu-Fai bekerja di sebuah bar tango untuk mendapatkan uang kembali pulang. Ketika Po-Wing muncul kembali dalam kondisi penuh luka, Yiu-Fai merasa kasihan, tapi tidak mampu lagi membina hubungan yang lebih intim, mengingat Po-Wing sendiri tidak siap untuk komitmen jangka panjang. Yiu-Fai kemudian bekerja di rumah makan Cina dan bertemu dengan Chang dari Taiwan.

——————
Invitation
Peluncuran & diskusi film “Invitation” di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00
Terbuka untuk umum. Donasi untuk mendukung kelanjutan program ini.

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 | Indonesia | Romance/Drama | 30 menit | Bhs Indonesia | English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

—————–

Melancholia
Sutradara: Lars von Trier
2011 | Denmark / France | 130m | English with English subs

Sabtu, 25 Februari 2012, pk. 18.00

Dalam film indah mengenai kiamatnya dunia ii, Justine dan Michael sedang merayakan pernikahan mereka di rumah saudara perempuan mereka, Claire, dan suaminya, John. Meskipun Claire berusaha sekuat mungkin, pernikahan tersebut berlangsung kacau, dengan ketegangan keluarga dan relationship. Sementara sebuah planet bernama Melancholia sedang meluncur menabrak bumi…

—————–

L’enfant
Sutradara: Jean-Pierre & Luc Dardenne
2005 | Belgium | 91m | Warna | Prancis, English subs

Minggu, 26 Februari 2012, 18.00

Bruno, 20 tahun dan Sonia, 18, bertahan hidup dengan tunjangan negara dan kriminal-kriminal kecil. Bruno kemudian menjual bayi mereka ke pasar gelap untuk mendapatkan uang tunai. Sonia yang shock membuatnya berusaha memperbaiki kesalahannya dan membeli kembali bayinya, tapi penolakan Sonia, serta hutang-hutang dan keputusasaannya membawanya ke terali penjara…

Bioskop Desain: Michael Bierut on Creative Morning

BIOSKOP DESAIN
“Michael Bierut on Creative Morning”

Screening & Discussion
(nonton film dan diskusi bareng-bareng)
Januari 20, 2012
6 PM @ C2O Library
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya

Michael Bierut studied graphic design at the University of Cincinnati’s College of Design, Architecture, Art and Planning. Prior to joining Pentagram in 1990 as a partner in the firm’s New York office, he worked for ten years at Vignelli Associates, ultimately as vice president of graphic design. His clients at Pentagram have included The Council of Fashion Designers of America, Harley-Davidson, The Minnesota Children’s Museum, The Walt Disney Company, Mohawk Paper Mills, Motorola, Princeton University, the Brooklyn Academy of Music, and the New York Jets.

Bierut’s work is represented in the permanent collections of the Museum of Modern Art and the Metropolitan Museum of Art in New York, and the Musee des Arts Decoratifs, Montreal. He has served as president of the New York Chapter of the American Institute of Graphic Arts (AIGA) from 1988 to 1990 and is president emeritus of AIGA National. Michael was elected to the Alliance Graphique Internationale in 1989, and was elected to the Art Directors Club Hall of Fame in 2003. Michael is a Senior Critic in Graphic Design at the Yale School of Art. He writes frequently about design and the co-editor of the four-volume series Looking Closer: Critical Writings on Graphicpublished by Allworth Press. In 1998 he co-edited and designed the monograph Tibor Kalman: Perverse Optimist. His commentaries about graphic design in everyday life can be heard nationally on the Public Radio International program “Studio 360.”

Rumah Leluhur NagaRumah Leluhur Naga

Menjelang tahun baru Imlek ini, kami mengundang sahabat untuk turut bergabung dalam :

Pemutaran & Diskusi Film Rumah Leluhur Naga (dokumenter mengenai klenteng Hok An Kiong)
Sabtu, 21 Januari 2012, pk. 18.00 – selesai

bersama:
– Giri Prasetyo (filmmaker, Matanesia)
– Shinta Devi (dosen sejarah Unair, peneliti klenteng Boen Bio dan sejarah Tionghoa)
– Ardian Purwoseputro (moderator)

Secara garis besar dokumenter ini bercerita tentang Klenteng Hok An Kiong, klenteng tertua di Surabaya, dan pengaruhnya terhadap perkembangan penduduk Tionghoa setelahnya. Giri menggarap video ini hampir setahun lamanya. Menetaskan ide pada bulan Februari, melakukan riset dan wawancara, hingga pengambilan ratusanfootage di kawasan pecinan Surabaya. Paper tentang pecinan karya Claudine Salmon dan pertemuannya dengan beberapa ahli budaya Tionghoa semakin memperkaya sudut pandang Giri dalam pembuatan film ini.

Terbuka untuk umum dan gratis. Donasi akan sangat dihargai untuk terus mendukung kelangsungan program kami.

Pemutaran film

Menyambut 2012, kami memutar film-film mengenai perjalanan, rasa ingin merantau dan berpulang, dan–untuk menyambut Tahun Baru Imlek–film-film mengenai etnis Tionghoa di Indonesia. Terutama jangan lewatkan film ‘Rumah Leluhur Naga’ oleh filmmaker muda kita, Giri Prasetyo, yang akan diputar Sabtu, 21 Januari 2012, pk.18.00. Jadwal lengkapnya, di bawah.
Info lebih lanjut, hubungi: info@c2o-library.net

———————————
Permanent Vacation
Sutradara: Jim Jarmusch
1980 | USA | 75m | Warna | Inggris, teks Inggris

Sabtu, 7 Januari 2012, 18.00

Film pertama Jim Jarmusch setelah dia DO dari sekolah film, dan sering disebut sebagai cikal bakal style-nya yang unik. Pemeran utama film yang diperankan oleh Chris Parker, berjalan mengelilingi New York, tanpa tujuan, dan bertemu dengan berbagai karakter dan tempat.

———————————
Nobody Knows
Sutradara: Hirokazu Koreeda
2004 | Jepang | 141m | Warna | Jepang, teks Inggris

Minggu, 8 Januari 2012, pk. 18.00

Empat anak kecil–Akira, Kyoko, Shigeru dan Yuki–berusia 5-12 tahun, berasal dari satu ibu dengan ayah yang berbeda-beda. Anak-anak ini tidak bisa pergi ke luar, tidak pergi ke sekolah, dan tidak dapat dilihat orang asing. Ibu mereka lari meninggalkan mereka, dan mereka harus bertahan hidup sendiri, menggantungkan diri pada satu sama lain untuk bertahan hidup.

———————————

Menggelar Indonesia

Sutradara: Jennifer Lindsay
2010 | Dokumenter | 90 menit | B. Indonesia
Sabtu, 14 Januari 2012, 18.00

Pada era Soekarno, Republik Indonesia yang masih muda mengutus rombongan besar seniman pergelaran ke manca negara sebagai duta bangsa dalam misi kesenian. Penguraian sejarah yang nyaris dilupakan ini menggambarkan masa ketika pemerintah memberikan perhatian begitu besar kepada kesenian, demi kepentingan diplomasi. Pengalaman para seniman peserta misi kesenian ini tak hanya mempengaruhi jalan hidup mereka melainkan berdampak pada perkembangan kesenian Indonesia pula.

———————————

Merantau
Sutradara: Gareth H. Evans
2009 | Indonesia | 135m | Warna | Indonesia

Minggu, 15 Januari 2012, 18.00

Di Minangkabau, Sumatera Barat, Yuda (Iko Uwais), seorang pendekar silat Harimau handal, ada dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

———————————

Rumah Leluhur Naga
Sutradara: Giri Prasetyo
2011 | Indonesia | 16m | Warna | B. Indonesia

Sabtu, 21 Januari 2012, pk. 18.00
bersama: Giri Prasetyo
Moderator: Ardian Purwoseputro
Diselenggarakan bersama dengan Hifatlobrain Travel Institute

Film dokumenter pendek yang dibuat oleh pria bernama Giri Prasetyo ini akan membawa kita menelusuri Pecinan di utara Surabaya. Di mana pada 180 tahun silam, sekumpulan pedagang Tionghoa memutuskan pendirian Kelenteng Hok An Kiong (klenteng tertua di kota Surabaya) serta pengaruhnya terhadap perkembangan penduduk Tionghoa setelahnya.

———————————

Sugiharti Halim
Sutradara: Ariani Darmawan
Minggu, 22 Januari 2012, pk. 18.00

Apa artinya sebuah nama? Bagi Sugiharti Halim, ternyata nama berarti sejumlah pertanyaan panjang. Kadang kocak, kerap menjengkelkan, dan yang jelas penuh kontradiksi: Apa benar seseorang perlu nama ‘asli’? Apa betul nama bisa dijual? Apa iya identitas bisa disamarkan di balik sebuah nama? Sugiharti Halim menawarkan sebuah cara pandang yang jenaka, ‘nyelekit’, sekaligus kontekstual untuk ditilik lagi hari ini.

———————————

Sepet

Sutradara: Yasmin Ahmad
1997 | Malaysia | 113m | Warna | Inggris, teks Inggris
Sabtu, 28 Januari 2012, 18.00

Ah Loong (Jason) adalah seorang penjual VCD bajakan yang menyukai sastra dan puisi. Suatu hari ia bertemu dengan Orked, seorang perempuan Melayu, yang mencari VCD-VCD yang dibintangi Takeshi Kaneshiro. Hubungan mereka berkembang, meski ada tekanan sosial dan ras di antara mereka.

———————————

Pertaruhan
Sutradara: Ucu Agustin
2008 | Indonesia | 106m | Warna | B. Indonesia

Minggu, 29 Januari 2012, 18.00

Ruwati dan Riantini adalah dua TKW yang bekerja di Hong Kong. Gaji mereka yang berkecukupan menyokong keluarga mereka di Jawa. Ruwati ingin pulang untuk menikah, tapi kemudian mendapati bahwa dia terkena kanker cervix. Sementara Riantini adalah seorang janda yang jatuh cinta dengan sesama pekerja asing di Hong Kong.

Pelangi di Merapi

Pemutaran film “Pelangi di Merapi”
Sabtu, 3 Desember 2011, pk. 18.00-21.00
C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264.

Film Pelangi di Merapi menceritakan tentang peristiwa pasca bencana erupsi merapi 2010 yang melumat habis 2.271 rumah yang tersebar di 14 desa di tiga kecamatan. Sejumlah warga kehilangan harta benda, rumah, hewan ternak, dan pekerjaan sehari-hari. Film ini diperankan oleh Rini, seorang Ibu rumah tangga dan Mbah Cipto (korban bencana dari desa Pengok Rejo, Umbulharjo kec. Cangkringan). Secara keseluruhan film Pelangi di Merapi akan di ceritakan oleh Rini dan Mbah Cipto dengan mengambil setting lokasi di tempat mereka tinggal yaitu dusun Pengok Rejo, Umbulharjo kec. Sleman.

Film ini akan diawali dengan sebuah tembang lagu “Si Gunung Merapi” oleh Ny. Tri Widijati (Pengungsi dari desa Parak Sari kec. Cangkringan) dengan latar visual pemandangan gunung Merapi pasca bencana erupsi. Kemudian secara bergantian Rini dan Mbah Cipto akan menceritakan beberapa kejadian yang mereka alami pada saat bencana erupsi menghantam desanya. Bagaimana mereka bertahan dalam menjalani masa-masa sulit selama di pengungsian?

Setelah kawasan lereng gunung Merapi dinyatakan aman dan dibuka untuk masyarakat umum, Rini 24 tahun, mencoba mencari peruntungan dengan berjualan makanan dan minuman di pekarangan rumahnya. Sedangkan Mbah Cipto kembali berjualan soto di atas reruntuhan bangunan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Di pagi hari mereka menatap mimpinya dengan mendirikan warung / tenda darurat untuk di jajakan kepada pengunjung / wisatawan yang memadati wisata baru yaitu tracking volcano. Di sore hari, mereka berkemas-kemas menuju peraduan daruratnya yaitu pengungsian.

Setelah beberapa hari berjualan, Rini dan Mbah Cipto menemukan secercah harapan baru, mimpi-mimpi baru. Rupiah yang terkumpul membuat mereka lebih bersemangat dan melupakan trauma bencana yang telah mengubur masa depan mereka sebelumnya. Mimpi cita-cita lenyap hanya sesaat. Dengan berdoa serta usaha sekuat tenaga mereka yakin bahwa kehidupan akan hadir kembali di gunung Merapi.

Dongeng Rangkas

Pemutaran & diskusi filem dokumenter “Dongeng Rangkas”
Sabtu, 26 November 2011, pk. 18.00 – 21.00
C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
(Jalan kecil seberang Konjen Amerika. Lihat peta di: http://c2o-library.net/about/address-opening-hours/)

bersama Forum Lenteng, Saidjah Forum, dan akumassa
Moderator: Kelompok Studi Kinetik

————–
Sinopsis
————–
Film Dongeng Rangkas merupakan sebuah usaha kawan-kawan komunitas yang punya ketertarikan kepada persoalan-persoalan lokal dan merekamnya ke dalam media audio visual untuk didistribusikan kepada masyarakan sebagai bahan pembelajaran bersama. Sebagai usaha untuk merekam persoalan lokal, maka format dokumenter feature dianggap salah satu cara yang paling efektif dalam menghadirkan dan membangun kesadaran bersama tersebut.

Produksi Dongeng Rangkas berlangsung selama 3 bulan (Mei – Juli 2011), yang melibatkan pelaku dokumenter Forum Lenteng, Jakarta dan Saidjahforum, Rangkasbitung. Proses perekaman film dilakukan di desa Kampung Muara, Kawasan Sungai Ciujung, Kota Rangkasbitung, dan suasana stasiun Kereta Api Rangkasbitung.

Film ini berusaha memotret Rangkasbitung dari aktivitas-aktivitas masyarakat yang diwakili oleh sosok dua orang penjual tahu; Kiwong dan Iron. Dua tokoh ini dapat dianalogikan sebagai potret dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998 yang hidup di sebuah kota berjarak 120 Km dari ibu kota Jakarta. Kota yang menjadi terkenal oleh buku Multatuli itu, sepertinya begitu lambat tumbuh, di antara hingar-bingar pembangunan paska Reformasi. Kiwong dan Iron adalah dua pemuda sederhana yang memilih hidup sebagai pedagang tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Iron, percaya musik adalah anugrah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur ‘underground’.

Dongeng Rangkas bisa dianggap sebagai satu-satunya dokumenter feature yang hadir dan diproduksi di Rangkasbitung. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemicu perkembangan dunia perfilman di Rangkasbitung dan sekitarnya.

Produksi
Filem ini adalah produksi Forum Lenteng yang bekerjasama dengan Komunitas Saidjah Forum, Lebak. Kerja produksi dokumenter ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas komunitas akumassa yang diprakarsai oleh Forum Lenteng. Kerja-kerja dalam program akumassa adalah melakukan pendidikan media kepada komunitas dalam rangka membangun kesadaran “media” kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan diri dan masyarakat sekitar. Aktivitas akumassa dapat dilihat di www.akumassa.org.

—————
Tim Kerja
—————

KOLABORASI PENYUTRADARAAN
Andang Kelana, Badrul “Rob” Munir, Fuad Fauji, Hafiz & Syaiful Anwar
KAMERA
Syaiful Anwar & Fuad Fauji
ASISTEN KAMERA
Andang Kelana & Badrul Munir
PEWAWANCARA
Badrul “Rob” Munir, Andang Kelana, Fuad Fauji, Helmi Darwan & Zainudin “Dableng”
PENYUNTING
Hafiz & Syaiful Anwar
PENYELARAS SUARA
H. Sutan Pamuncak
KOREKSI WARNA
Ari Dina Krestiawan
DOKUMENTASI
Badrul Munir, Fuad Fauji, Zainudin “Dableng”, Bima Mulia, Aboy Sirait, Andang Kelana, Litbang Forum Lenteng & Litbang Saidjah Forum
MANAJER LAPANGAN
Helmi Darwan
ASISTEN MANAJER LAPANGAN
Aboy Sirait, Kuni Ahmed
PIMPINAN PRODUKSI
Otty Widasari
PRODUSER
Hafiz Rancajale
PRODUKSI
Forum Lenteng, akumassa & Saidjah Forum

Spesifikasi Teknis
2011 | Warna | PAL | 75 menit | Bahasa Indonesia & Sunda
Subteks Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris | 17+

Didukung oleh
FORUM LENTENG | AKUMASSA | SAIDJAH FORUM | THE FORD FOUNDATION

———————–
Forum Lenteng
———————–
Forum Lenteng adalah organisasi nirlaba egaliter sebagai sarana pengembangan studi sosial dan budaya. Forum Lenteng berdiri sejak tahun 2003 yang didirikan oleh mahasiswa (ilmu komunikasi/jurnalistik), pekerja seni, periset dan pengamat kebudayaan — untuk menjadi alat pengkajian berbagai permasalahan budaya dalam masyarakat, guna mendukung dan memperluas peluang bagi terlaksananya pemberdayaan studi sosial dan budaya Indonesia. Forum Lenteng bekerja dengan merangkum serta mendata aspek-aspek sosial dan budaya yang mencakup kesejarahan dan kekinian di dalam kerangka kajian yang sejalan dengan perkembangan jaman dengan mengadakan pendekatan solusif bagi keberagaman permasalahan sosial dan budaya di Indonesia serta dunia internasional. Salah satu medium yang digunakan Forum Lenteng adalah medium audio visual (film dan video).

Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Jakarta-12610
Indonesia

———————–
Saidjah Forum
———————–
Saidjahforum adalah kelompok belajar yang didirikan oleh mahasiswa jurnalistik pada 3 Februari 2005 di Serang, Banten. Seiring dinamika organisasi, Saidjahforum kini menetap di Lebak, fokus pada kerja komunitas berbasis teks, video dan arsip, kajian sosial budaya. Saidjahforum didirikan sebagai respon terhadap pembelajaran non-akademik dan selalu memastikan akses terbuka terhadap pendidikan.

JL.Kitarung, Kampung Jeruk No.54, Rangkasbitung, Lebak-Banten. 42311.

Informasi
T/F (62 21) 78840373
dongengrangkas@gmail.com
info@forumlenteng.org

Fashion

Sabtu 22 Oktober 2011, pk. 17.00
Perpustakaan C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
Pembicara:
Kanya (VRY)
Marsha (kimilatta)
Ariani Widagdo (Arva School)
Era Hermawan (Tempat Biasa)
Alek Kowalsky (Ore Premium Store, allthethingsivedone)
Felkiza Vinanda (Surabaya Fashion Carnival)
Camomile Nungki (house of laksmi)

Moderator:
Linartha Darwis

DIY Talk hari ke 6 memecahkan rekor jumlah panelis terbanyak serta komplit dari berbagai aspek fashion. Mulai dari perancang fashion, aksesoris, blogger, retailer, dan akademisi, semua panelis disini memiliki passion yang sama terhadap dunia fashion. Simak dialog mereka dalam upaya merangkai infrastruktur fashion di Surabaya

DIY Screening: Bill Cunningham: New York (2010)

A cinematic profile of the noted veteran New York City fashion photographer.Cunningham’s enormous body of work is more reliable than any catwalk as an expression of