Pemutaran film Etnografis Aryo Danusiri

Sebelum kita memasuki bulan puasa, kami mengundang kawan-kawan untuk menghadiri rangkaian pemutaran rangkaian film Aryo Danusiri yang akan dibuka dengan kuliah pengantar dari Hatib Abdul Kadir dari Etnohistori, pada:

Sabtu, 14 Juli 2012, pk. 18.00
di C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264 (lihat peta di sini)

Pada malam pembukaan, Hatib Abdul Kadir, koordinator redaksi Etnohistori dan pengajar Antropologi Media dari Universitas Brawijaya, akan membahas film-film Aryo Danusiri dari perspektif etnografi teks yang  yang berubah ke visual.


Aryo Danusiri adalah seorang seniman video dan antropolog. Lahir di Jakarta pada 1973, dokumneter pertama Danusiri di Aceh, “Village Goat Takes The Beating” terpilih sebagai seleksi resmi Amnesty Film Festival 2001 di Amsterdam. Semenjak itu, film-film etnografis, dokumenter dan film pendeknya mengenai HAM dan permasalahan multikultural di Indonesia telah ditayangkan di berbagai festival internasional, antara lain Rotterdam, RAI (UK), the Margaret Mead Film Festival (USA), Singapura, Brisbane, Taiwan dan Rotterdam. Etno-dokumenternya, “Lukas’ Moment” di Irian Barat, menerima penghargaan “Best Student Film” di RAI Ethnographic Film Festival di Inggris. Danusiri adalah filmmaker di Ragam Sensory Ethnography Lab di Jakarta yang mengembangkan media visual sebagai pemicu pembelajaran lintas-budaya dan pengelolaan komunitas. Saat ini, Danusiri sedang melakukan PhD dalam program Antropologi Media, dengan bidang Praktik Media Kritis di Harvard University.

Berikut adalah beberapa film Aryo Danusiri:

Village Goat Takes the Beating

Disyuting di Aceh di akhir 1999, melalui wawancara panjang dengan korban atau dengan saudara-saudara korban yang telah meninggal, dan melalui beberapa perekaan ulang, catatan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Indonesia di Aceh terutama di tahun 1990an, terutama di daerah Tiro di Pidie, selama periode DOM, di mana di bawah Suharto Aceh dibuat menjadi daerah operasi militer dengan tujuan menekan Gerakan Aceh Merdeka.

Lukas’ Moment

Tentang sepotong kehidupan sehari-hari saat ini di Papua Barat, salah satu daerah konflik di Indonesia. Bukannya mereproduksi Papua dengan stereotipe citra yang mengerikan dan penuh horor konflik, Danusiri lebih tertarik memperlakukan kameranya untuk menciptakan cerita yang intim, mengamati dan emptais mengenai Lukas, seorang nelayan Marind yang berusaha untuk membiayai pendidikannya. Lukas memulai suatu usaha kecil dengan dukungan satu proyek pembangunan. Dimulai dengan ritme yang lambat dan atmosferik, film ini mengikuti usaha Lukas untuk menjual tangkapannya ke ibukota tanpa melalui perantara, yang kemudian menimbulkan berbagai kesulitan.

The Poet of Linge Homeland

Potret Ibrahim Kadir, salah satu dari “Ceh” (penyair) lama Gayo, seseorang yang memimpin dan berlaku sebagai biduan utama Didong (salah satu tradisi lisan masyarakat Gayo). Tradisi lisan ini adalah kombinasi dari sastra, musik, dan tarian. Dokumenter ini memfokuskan pada kehidupan sehari-hari Ibrahim, menyanyikan baladanya, menari, dan mementaskan/mengomentari kompetisi di tanah asalnya Linge (Gayo) di Aceh pusat.

Playing Between Elephants

Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika gajah berkelahi, kancil mati di tengah. Tapi dalam dokumenter ini, kancil tidak mati—sebaliknya, ia berhasil bermain di antara mereka dan mendapatkan apa yang ia mau. Film ini mendokumentasikan Aceh pasca-Tsunami dan pasca-konflik, di mana UNHABITAT ditugaskan untuk membangun rumah, sementara kepala desa Aceh memimpin warganya melalui suka duka proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Film ini menunjukkan betapa sukarnya bertahan melewati suatu trauma dan kemudian mengalami intervensi global.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Etnohistori dan C2O Library & Collabtive, dengan dukungan dan persetujuan dari Aryo Danusiri. Gratis dan terbuka untuk umum, tapi donasi sukarela akan sangat mendukung kami untuk menjaga kelanjutan program-program kami. Yuk bergabung! :)

Email | Website | More by »

An independent library and a coworking community space. Aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment—for emancipatory, sustainable future.

More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net

Leave a Reply