Sunday Market: London CallingSunday Market: London Calling

SUNDAY MARKET “LONDON CALLING” A call for art, music, fashion & food Waktu: Minggu, 24 Maret 2013, pk.12.00 – 24.00 Tempat: Surabaya Town Square (Sutos) SUNDAY MARKET adalah conceptual market yang menghadirkan paduan fashion, musik, art dan makanan-minuman pilihan, tidak hanya international brand dan local brand kontemporer berkualitas, tapi juga barang-barang bekas, vintage dan collectibles …

Provoking Reality: 50 years of Oberhausen Manifesto.

PROVOKING REALITY. 50 YEARS OF OBERHAUSEN MANIFESTO. Pemutaran Film Pendek Jerman Karya Sineas-sineas Gerakan ‘Manifesto Oberhausen’. Sabtu, 16 Maret 2013 pk. 18.00 – 21.00 C2O Library & Collabtive Jl. Dr Cipto 20 Surabaya (lihat peta di sini) Gratis. Info : 087882134805 (Rizki), 081615221216 (C20) Oleh: Goethe-Institut, C2O Library & Collabtive, Kinetik Tahun 2012 lalu, sinema …

Books &c. at Sunday Market


Sebagai bagian dari Sunday Market “Hippieland”di Sutos, C2O akan membuka stand yang menjual beberapa buku dengan harga miring. Juga, nikmati bersantai di akhir pekan, berdandan ala Hippies, sambil membaca beberapa koleksi buku kami di atrium Sutos.

“Got overdue books? All fines waived at Books &c.”
Khusus untuk hari ini, buku-buku yang telah melewati batas waktu kembalinya dapat dikembalikan ke Books &c. tanpa dikenakan denda.

——

Sunday Market “Hippieland”, the biggest conceptual flea market in town!
Be happy, dress like a hippie, cheer the crowd.

Music Stage : L’Alphalpha
Stars & Rabbit
Porn Ikebana
Taman Nada
Senandung Sore
Britta Nordica
General Supply DJ’s

Vintage clothing / Art market / Records / Vinyls / Vintage goods / Emerging Fashion Brands and good Food!

SUNDAY MARKET is a conceptual market created by Soledad & The Sisters Co., General Supply Music&Service, Surabaya Fashion Carnival and Surabaya Town Square.

The Pating Tlecek Ruang Arsitektur

Design It Yourself x Studio Daging Tumbuh Eko Nugroho
DIY Talk: Peluncuran The Pating Tlecek Ruang Arsitektur
Cerita Rumah Eko Nugroho dalam Dinamika Kritik Ruang, Rumah dan Arsitektur (Indonesia)
Minggu, 21 Oktober 2012, pk. 18.00
C2O Library & Collabtive
Bersama:
Yoshi Fajar Kresno Murti

Buku ini merupakan hasil ramuan yang disajikan melalui kerja bersama. Ramuan tersebut diracik dari komposisi berbagai macam bahan. Bahan-bahan tersebut digali dan diolah, misalnya: dari biografi keluarga Eko Nugroho, gagasan-gagasan yang mendasari karya-karya seni rupa Eko Nugroho, pengalaman-pengalaman ruang atas tempat, periode waktu dan skala keruangan yang dijalani. Semuanya dikolaborasikan dengan konteks kampung kota Yogyakarta yang menjadi ruang hidup seluruh bingkai kerja cerita.

Buku ini merupakan sebuah diskursus ruang, rumah, dan arsitektur saat ini. Diskursus yang dibangun dari pengalaman ruang orang-orang yang bukan berprofesi sebagai arsitek. Buku ini boleh dikatakan merupakan sebuah hasil dari kerja kuratorial karya seni rupa yang diramu dengan sejarah ruang, serta etnografi singkat sebuah proses pembangunan rumah keluarga Eko Nugroho. Semuanya itu diletakkan dalam semangat untuk membangun landasan kritik ruang, rumah dan arsitektur (Indonesia) yang lebih luas.

INFO:
http://dgtmb.blogspot.com/
http://www.facebook.com/eko.nugroho.dagingtumbuh?ref=ts
Oki Permata: Lintangsenja@gmail.com | 0819 04 055454

Acara ini adalah bagian dari konferensi-festival Design It Yourself yang diselenggarakan selama bulan Oktober 2012.
Untuk jadual lengkapnya, lihat: http://c2o-library.net/2012/09/design-it-yourself-2012-optimistactic/

IK’ OL’ SAN tentang kue bulan

IK OL SAN** tentang Kue Bulan

Lokasi: c2o Library,
Hari: Jumat, 21 September 2012
Waktu: 18.00-20.00 wib
HTM: Rp 15.000,- mendapat icip-icip mooncake & free refill chinese tea
Tempat terbatas untuk 50 orang saja, daftar ke 08123047311
Sewaktu acara, produk Kim Ling mooncake dijual dengan harga khusus, jadi bagi yang tertarik siapkan isi dompet Anda.

Narasumber:
Olivia S.E., M.A. dari CCIS UK Petra dan “tamu rahasia”

Yuk Ik Ol San, ikutan ngobrol santai bareng kawan-kawan Jejak Petjinan dan CCIS untuk lebih mengenal kue bulan dan berbagi cerita-cerita mengenainya.

IKutan ngobrOL SANtai kali ini cocok buat temen-temen yang mo curi start icip-icip mooncake, sebelum membelinya untuk dinikmati pada hari H-nya, sambil manggut2 kalem dengerin cerita-cerita di balik legitnya kue ini.

Nah supaya paham betapa preciousnya kue yang akan dimakan itu, pertama-tama kita akan nonton bareng bagaimana kira-kira proses pembuatan mooncake ini.

Ngobrol santai kali ini akan dipandu oleh Olivia dari CCIS dan didukung Kim Ling pembuat mooncake tertua di Surabaya, pastinya akan ada sesi icip-icip kue bulan dan minum teh.

Berangkat dari kesukaannya tentang budaya tionghoa apalagi makanannya, subyek kita kali ini sama sekali bukan ratu dapur, apalagi ahli bikin mooncake sehingga obrolan santai ini memang tidak perlu dibuat njelimet.

Cukuplah kalo dipenghujung acara, kita semua dapat secercah pencerahan bagaimana caranya memaknai kiriman moon cake atau sekerat mungil kue bulan yang legit sambil menikmati malam tanpa bulan purnama di sebuah gedung perpustakaan cozy di tengah kota Surabaya.

Kali-kali aja jadi terinspirasi bagaimana menerjemahkan tradisi ini dalam konteks jaman sekarang dimana makanan bisa saja mendekatkan yang jauh (* dan menjauhkan yang dekat *eh..)

** dalam bahasa mandarin lafal yang benar adalah YĪ Èr Sān

Catalisator:
Paulina Mayasari (Jejak Petjinan) 08123047311

Treasure Hunting #2

Sabtu, 8 September 2012, pk. 09.00 – 12.00
C2O Library & Collabtive, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya.

Bagi yang tertarik untuk berpartisipasi dalam Ayorek Treasure Hunting, besok kita akan menetapkan topik kita dan membahas teknis kolaborasi.

Materi di atas akan kita gunakan sebagai lembar kerja kita besok. PDF materi dapat diunduh gratis dari:
http://archive.org/download/MateriAyorekTreasureHunting20120907/MateriTreasureHunting-web.pdf

Silakan membaca-baca atau mencoba dahulu. Ada tips menggali data, tips melakukan sejarah keluarga, dsb. Besok kita akan bersama-sama mengerjakannya! Sampai bertemu!

INFO:
info@ayorek.org
Facebook group: facebook.com/groups/ayorek/

Pemutaran film Etnografis Aryo Danusiri

Sebelum kita memasuki bulan puasa, kami mengundang kawan-kawan untuk menghadiri rangkaian pemutaran rangkaian film Aryo Danusiri yang akan dibuka dengan kuliah pengantar dari Hatib Abdul Kadir dari Etnohistori, pada:

Sabtu, 14 Juli 2012, pk. 18.00
di C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264 (lihat peta di sini)

Pada malam pembukaan, Hatib Abdul Kadir, koordinator redaksi Etnohistori.org dan pengajar Antropologi Media dari Universitas Brawijaya, akan membahas film-film Aryo Danusiri dari perspektif etnografi teks yang yang berubah ke visual.
_____________

Aryo Danusiri adalah seorang seniman video dan antropolog. Lahir di Jakarta pada 1973, dokumneter pertama Danusiri di Aceh, “Village Goat Takes The Beating” terpilih sebagai seleksi resmi Amnesty Film Festival 2001 di Amsterdam. Semenjak itu, film-film etnografis, dokumenter dan film pendeknya mengenai HAM dan permasalahan multikultural di Indonesia telah ditayangkan di berbagai festival internasional, antara lain Rotterdam, RAI (UK), the Margaret Mead Film Festival (USA), Singapura, Brisbane, Taiwan dan Rotterdam. Etno-dokumenternya, “Lukas’ Moment” di Irian Barat, menerima penghargaan “Best Student Film” di RAI Ethnographic Film Festival di Inggris. Danusiri adalah filmmaker di Ragam Sensory Ethnography Lab di Jakarta yang mengembangkan media visual sebagai pemicu pembelajaran lintas-budaya dan pengelolaan komunitas. Saat ini, Danusiri sedang melakukan PhD dalam program Antropologi Media, dengan bidang Praktik Media Kritis di Harvard University.

Berikut adalah beberapa film Aryo Danusiri:

Village Goat Takes the Beating

Disyuting di Aceh di akhir 1999, melalui wawancara panjang dengan korban atau dengan saudara-saudara korban yang telah meninggal, dan melalui beberapa perekaan ulang, catatan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Indonesia di Aceh terutama di tahun 1990an, terutama di daerah Tiro di Pidie, selama periode DOM, di mana di bawah Suharto Aceh dibuat menjadi daerah operasi militer dengan tujuan menekan Gerakan Aceh Merdeka.

Lukas’ Moment

Tentang sepotong kehidupan sehari-hari saat ini di Papua Barat, salah satu daerah konflik di Indonesia. Bukannya mereproduksi Papua dengan stereotipe citra yang mengerikan dan penuh horor konflik, Danusiri lebih tertarik memperlakukan kameranya untuk menciptakan cerita yang intim, mengamati dan emptais mengenai Lukas, seorang nelayan Marind yang berusaha untuk membiayai pendidikannya. Lukas memulai suatu usaha kecil dengan dukungan satu proyek pembangunan. Dimulai dengan ritme yang lambat dan atmosferik, film ini mengikuti usaha Lukas untuk menjual tangkapannya ke ibukota tanpa melalui perantara, yang kemudian menimbulkan berbagai kesulitan.

The Poet of Linge Homeland

Potret Ibrahim Kadir, salah satu dari “Ceh” (penyair) lama Gayo, seseorang yang memimpin dan berlaku sebagai biduan utama Didong (salah satu tradisi lisan masyarakat Gayo). Tradisi lisan ini adalah kombinasi dari sastra, musik, dan tarian. Dokumenter ini memfokuskan pada kehidupan sehari-hari Ibrahim, menyanyikan baladanya, menari, dan mementaskan/mengomentari kompetisi di tanah asalnya Linge (Gayo) di Aceh pusat.

Playing Between Elephants

Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika gajah berkelahi, kancil mati di tengah. Tapi dalam dokumenter ini, kancil tidak mati—sebaliknya, ia berhasil bermain di antara mereka dan mendapatkan apa yang ia mau. Film ini mendokumentasikan Aceh pasca-Tsunami dan pasca-konflik, di mana UNHABITAT ditugaskan untuk membangun rumah, sementara kepala desa Aceh memimpin warganya melalui suka duka proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Film ini menunjukkan betapa sukarnya bertahan melewati suatu trauma dan kemudian mengalami intervensi global.

Ayorek Cangkruk! #3

Sabtu 30 Juni 2012, pk. 16.00 – 19.00
di Granito Tile Studio, Jl. Alun-alun Contong no. 1B, Baliwerti
Bersama: De Maya, Surabaya Tempo Dulu, Lembaga Pemberdayaan Tuna Netra, Roodebrug Soerabaia dan Kami-Arsitek-Jengki (KAJ)

Ayorek Cangkruk adalah sesi perkenalan, berbagi dan bertukar ide, pengalaman, cerita, inspirasi antar komunitas dari berbagai latar belakang. Setiap komunitas bercerita mengenai asal mula komunitas masing-masing dan tujuan apa yang ingin dicapai. Pengalaman-pengalaman, proses kreatif, suka duka, hambatan, dalam melakukan berbagai kegiatan/projek.

Melalui Cangkruk ini, kita diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, ide, gagasan baru yang mungkin dapat memberi inspirasi. Dari cangkruk kita berharap dapat memperoleh pengetahuan baru, berkenalan dengan orang dan komunitas baru, mendapatkan peluang kolaborasi dengan individu/komunitas dari berbagai latar belakang, saling mendukung dan menginspirasi.

Gratis & terbuka untuk umum

Design It Yourself at Arte-polis 4

Kamis, 5 Juli 2012, pk. 14.30-15.00
Parallel Session 3, Arte-Polis 4 International Conference
di Ruang 1, Lantai 4 Gedung Arsitektur (Labtek IX B)
Institut Teknologi Bandung

Kami akan mempresentasikan makalah dengan judul Design It Yourself: Building Connectivity & Local Knowledge, sebagai bagian dari sesi paralel konferensi internasional arte-polis 4.

The popular discourse about creative cities tend to reduce the concept as something elitist and exclusionary, for which only a few cities—lucky enough to be endowed with the supporting ecology, the economic, cultural, social and symbolic capitals, or else the “creative class”—are entitled to. Not enough study has been carried out on how various ways creativity can be untapped in “problem areas”, places not normally considered creative. This paper presents a case of Design It Yourself, a design forum involving various communities in a casual talk series. It was initiated in October 2011 to form a culturally informed, inter-disciplinary perspective by first focusing on the very basic fundamental knowledge that we often overlook—where a place is, why it is like it is, what its obstacles are, and how potentials can be identified. The strategy and tactics for this forum emphasize on collaborative efforts and small but sustained growth: to try things out small, observe what happens, and reflect on how the bigger picture is changing. Thursday, 5 July 2012, 2.30-3.00 pm
Parallel Session 3, Arte-Polis 4 International Conference
Room 1, 4th floor, Architecture Building (Labtek IX B)
Institut Teknologi Bandung

Virus Setan: Risalah pemikiran musik

Minggu, 29 April 2012, pk. 18.00
bersama:
– Slamet Abdul Sjukur (musisi & penulis)
– Natalini Widhiasih (pelukis)
– Erie Setiawan (editor)
– Gatot Sulistiyanto (komponis)

Virus Setan adalah fragmen pemikiran musik terkini dari sosok Slamet Abdul Sjukur, komponis 77 tahun yang (konon) menuliskan MUSIK sebagai AGAMA di formulir pembuatan KTP-nya. Ia pun berdebat seru dengan petugas kelurahan.

Ia lebih percaya musik daripada agama? Atau musik adalah iman-nya? Wow…!

Apa uniknya seorang Slamet? Bagaimana pandangannya terhadap musik?

Apa sebetulnya sumbangan musik bagi peradaban dunia? Mengapa sistim pendidikan musik formal harus melawan gaya padepokan? Bagaimana memahami arus globalisme musik saat ini? Jawaban yang cerdas, kritis, dan menghibur bisa ditemukan di buku VIRUS SETAN yang sepele tapi mengerikan ini.

Buku ini bertujuan memberikan wawasan baru demi membongkar kebekuan cara pandang masyarakat terhadap musik, baik pendengar awam maupun praktisi profesional. Harapannya supaya bisa menemukan cara pandang baru yang lebih fresh. Sekaligus penyebaran ilmu pengetahuan musik yang selama ini jarang sekali diekspos, karena minimnya buku musik berkualitas di Indonesia.

Kami pertama berkenalan dengan Slamet A. Sjukur, yang akrab kami panggil Pak SAS, sekitar tahun 2008. Beliau aktif mendukung kegiatan dan pemikiran kami dengan pemikiran-pemikirannya yang segar, penyampaiannya yang cerdas, ramah tapi juga kritis. Pak SAS mengajarkan kita keindahan pada hal-hal kecil sehari-hari. Saran kami: Jangan lewatkan acara ini!

Buku tersedia di C2O @Rp. 40.000 (Rp.36.000 untuk anggota C2O)

INFO: 031-77525216