Queer Theology, Konferensi Perpus/Taman Baca, Provoking Reality Oberhausen, Knit Knot
-->

Provoking Reality: 50 years of Oberhausen Manifesto.

by
March 10, 2013 21:52

PROVOKING REALITY.
50 YEARS OF OBERHAUSEN MANIFESTO.

Pemutaran Film Pendek Jerman
Karya Sineas-sineas Gerakan ‘Manifesto Oberhausen’.

Sabtu, 16 Maret 2013
pk. 18.00 – 21.00

C2O Library & Collabtive
Jl. Dr Cipto 20 Surabaya (lihat peta di sini)

Gratis.

Info : 087882134805 (Rizki), 081615221216 (C20)
Oleh: Goethe-Institut, C2O Library & Collabtive, Kinetik

Tahun 2012 lalu, sinema dunia merayakan 50 tahun dideklarasikannya Manifesto Oberahusen. Sebuah pernyataan sikap oleh 26 sineas muda Jerman di tahun 1962, yang mengatakan bahwa “the old (German) cinema is dead. We believe in the new cinema.”.

Para sineas muda Jerman di awal tahun 60an jenuh melihat industri dan institusi sinema di tanah airnya yang membiarkan perfilman Jerman ambruk secara kualitas dan nilai ekonomi. Hingga pada Festival Film Oberhausen VIII (kala itu di Jerman Barat), Manifesto Oberhausen dibacakan dan menandai gerakan radikal yang digagas oleh para generasi muda ini. Mereka menolak bagaimana diri mereka diposisikan dalam sebuah hierarki produksi, dan melabrak batasan bagaimana film seharusnya diproduksi serta dipresentasikan kepada penonton (dalam hal ini juga berarti pasar).

Walau pada akhirnya tidak mudah mendefinisikan apa itu sinema-baru Jerman, tapi nama-nama seperti Ferdinand Khittl, Hansjuergen Pohland, dan Haro Senft berhasil berekesperimen dengan bahasa sinema yang segar; sinema yang pendek, tanpa struktur yang kaku, budget rendah, tema-tema materialisme masyarakat pasca perang, moralitas borjuasi, keterasingan remaja, dan semua permasalahan personal yang mereka yakini juga mewakili masalah dunia.

Program ini diambil dari Editon Filmmuseum 69 yang aslinya sebanyak 20 film. Namun untuk pemutaran ini sendiri, film-film tersebut diseleksi ulang, sesuai dengan masa, gaya, dan subyek tuturnya.

1. Das magische Band 1959, 20′, dir: Ferdinand Khittl
2. Schatten, 1960, 10′, dir: Hansjuergen Pohland
3. Salinas, 1960, 11′, dir: Raimond Ruhl
4. Trab Trab, 1959, dir: Detten Schleiermacher
5. Brutalitaet in Stein, 1961, 11′, dir: Peter Schamoni
6. Kommunikation, 1961, 11′, Edgar Reitz
7. Plakate der Weimarer Republik, 1962, dir: Haro Senft
8. Das Unkraut, 1962, 11′, dir: Wolfgang Uhrs
9. Marionetten, 1962, 11′, dir: Boris von Borresholm

Categories: EventHighlightPemutaran Film
Tags:

: C2O library & collabtive is an independent library and a co-working space that aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment. More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net
Email this author | Visit author's website | All posts by

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

What’s On

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
pasardjenggot575x350
Pasar Djenggot vol. 1

by c2o library & collabtive
Pasar Djenggot ☞ Minggu, 11 Desember 2016, pk. 15.00 – 18.00 di c2o library & collabti...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya