Provoking Reality: 50 years of Oberhausen Manifesto.

PROVOKING REALITY. 50 YEARS OF OBERHAUSEN MANIFESTO. Pemutaran Film Pendek Jerman Karya Sineas-sineas Gerakan ‘Manifesto Oberhausen’. Sabtu, 16 Maret 2013 pk. 18.00 – 21.00 C2O Library & Collabtive Jl. Dr Cipto 20 Surabaya (lihat peta di sini) Gratis. Info : 087882134805 (Rizki), 081615221216 (C20) Oleh: Goethe-Institut, C2O Library & Collabtive, Kinetik Tahun 2012 lalu, sinema …

Mysterious Skin

DivAs: Pemutaran & obrolan film “Mysterious Skin”
Rabu, 14 November 2012, pk. 18.00-21.00
C2O Library & Collabtie, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
Mysterious Skin adalah film drama yang dibuat dan ditulis oleh sutradara Amerika Gregg Araki, berdasarkan novel karya Scott Heim (1996). Film ini menceritakan bagaimana dua anak laki-laki yang mengalami pelecehan seksual dari pelatih baseball mereka, kemudian menjalani hidup mereka dengan cara yang berbeda. Satu menjadi hustler (pekerja seks laki-laki) yang acuh, sementara satunya lagi hidup dalam fantasi penculikan alien.

Press Pause Play


——— Versi Indonesia (Scroll down for English version) ————
Pemutaran film: Press Pause Play: film mengenai harapan, kekhawatiran, dan budaya digital
Rabu 24 Oktober 2012, 18:00
AIOLA Eatery, Jl. Slamet no. 16 Surabaya

Bersama:
– Prinka Saraswati
– Aprizal Nursetya (Terbujurkaku)
– DJ Ayren Mayden

Kita sudah sering mendengar, entah keluhan entah antusiasme, bagaimana percepatan teknologi yang luar biasa dengan “revolusi digital” menimbulkan berbagai perubahan, potensi maupun kendala baru. Di satu sisi, revolusi digital memungkinkan berbagai metode produksi, distribusi dan konsumsi berbagai produk dan informasi dengan kecepatan dan kualitas teknis yang tak terbayangkan 10 tahun sebelumnya. Di sisi lain, sudah sering pula kita dengar keluhan-keluhan, bagaimana banyaknya produk dan informasi ini, membuat kita tenggelam dalam kebanjiran lautan “sampah” budaya massa.

“Demokrasi budaya, ataukah kesemrawutan budaya?” Inilah fokus pertanyaan dalam film ini. Jadi dalam dokumenter ini, kita bisa melihat berbagai pandangan yang berbeda, bahkan berlawanan, mengenai revolusi digital ini. Mulai dari yang sering kita dengar, seperti bagaimana teknologi baru—terutama komputer (pribadi)—sangat memudahkan produksi, distribusi dan konsumsi. Pembuatan film yang sebelumnya memerlukan misalnya 6 bulan untuk produksi, dan memerlukan berbagai peralatan yang mahal, kini dapat dilakukan (oleh bahkan anak kecil) dalam waktu 5 menit, hanya dengan menggunakan satu komputer, dengan berbagai perangkat lunak (asli maupun bajakan).

Ditayangkan atas kerjasama dengan AIOLA Eatery, sebagai bagian dari Design It Yourself selama bulan Oktober.
Cek program DIY lainnya di: http://c2o-library.net/2012/09/design-it-yourself-2012-optimistactic/

——— English version ————

DIY Screening: Press Pause Play: a film about hope, fear, and digital culture
Wednesday, October 24, 6pm
AIOLA Eatery, Jl. Slamet no. 16 Surabaya

Featuring:
– Prinka Saraswati
– Aprizal Nursetya (Terbujurkaku)
– DJ Ayren Mayden

The digital revolution of the last decade has unleashed creativity and talent of people in an unprecedented way, unleashing unlimited creative opportunities.

But does democratized culture mean better art, film, music and literature or is true talent instead flooded and drowned in the vast digital ocean of mass culture? Is it cultural democracy or mediocrity?

This is the question addressed by PressPausePlay, a documentary film containing interviews with some of the world’s most influential creators of the digital era.

Screened in collaboration with AIOLA Eatery, as part of Design It Yourself held during the month of October.
Check out other DIY programmes at: http://c2o-library.net/2012/09/design-it-yourself-2012-optimistactic

Naga yang Berjalan di Atas Air

Senin, 22 Oktober 2012
18:00 – 21:00
C2O Library & Collabtive
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264

Bersama:

– Otty Widasari (Sutradara Film Naga Yang Berjalan Diatas Air, Seniman & Jurnalis/Pimred akumassa Forlen)
– Renal Rinoza Kasturi (Periset Media & Penulis/ Salah satu pendiri Komunitas Djuanda)
– Aditya Adinegoro (Jurnalis Media Cetak/Program Kinetik

Naga Yang Berjalan Di Atas Air adalah sebuah filem dokumenter panjang yang diproduksi oleh Forum Lenteng bekerjasama dengan Komunitas Djuanda, Tangerang Selatan, dalam program Monitoring – Upgrading, akumassa. Film ini diproduksi sebagai bagian dari proses perekaman kronik sejarah sosio-kultural yang ada di Kota Tangerang Selatan.

Film ini bercerita tentang kisah seorang penjaga klenteng yang bernama Kang Sui Liong di mana ia hidup selama puluhan tahun di daerah Babakan Pocis, Tangerang Selatan bersama anak istri dan orang-orang sekitarnya. Setiap harinya ia bertemu dengan berbagai macam kalangan baik jemaah klenteng maupun orang-orang yang ingin bersilaturahmi.

Film ini berusaha untuk menyampaikan informasi dan sebagai sarana untuk menyembatani kesepahaman bersama akan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Perpaduan sistem religi dan budaya mendapatkan corak akulturatif dan kaya akan ornamentasi. Perpaduan inilah yang menghidupi klenteng dengan latar kultural berdasarkan perpaduan ketiga unsur yakni Betawi, Sunda dan Tionghoa yang lebur secara bersamaan dalam penggalan waktu.

Trailer:
http://vimeo.com/39418079

Info film:
www.naga.akumassa.org
facebook.com/nagayangberjalandiatasair
Twitter: @nagadaritangsel

Info pemutaran di Surabaya: 08563307152 (remy)

Acara ini terselenggara atas kerjasama Forum Lenteng, Komunitas Djuanda, Kinetik dan C2O Library & Collabtive.

Pemutaran film Etnografis Aryo Danusiri

Sebelum kita memasuki bulan puasa, kami mengundang kawan-kawan untuk menghadiri rangkaian pemutaran rangkaian film Aryo Danusiri yang akan dibuka dengan kuliah pengantar dari Hatib Abdul Kadir dari Etnohistori, pada:

Sabtu, 14 Juli 2012, pk. 18.00
di C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264 (lihat peta di sini)

Pada malam pembukaan, Hatib Abdul Kadir, koordinator redaksi Etnohistori.org dan pengajar Antropologi Media dari Universitas Brawijaya, akan membahas film-film Aryo Danusiri dari perspektif etnografi teks yang yang berubah ke visual.
_____________

Aryo Danusiri adalah seorang seniman video dan antropolog. Lahir di Jakarta pada 1973, dokumneter pertama Danusiri di Aceh, “Village Goat Takes The Beating” terpilih sebagai seleksi resmi Amnesty Film Festival 2001 di Amsterdam. Semenjak itu, film-film etnografis, dokumenter dan film pendeknya mengenai HAM dan permasalahan multikultural di Indonesia telah ditayangkan di berbagai festival internasional, antara lain Rotterdam, RAI (UK), the Margaret Mead Film Festival (USA), Singapura, Brisbane, Taiwan dan Rotterdam. Etno-dokumenternya, “Lukas’ Moment” di Irian Barat, menerima penghargaan “Best Student Film” di RAI Ethnographic Film Festival di Inggris. Danusiri adalah filmmaker di Ragam Sensory Ethnography Lab di Jakarta yang mengembangkan media visual sebagai pemicu pembelajaran lintas-budaya dan pengelolaan komunitas. Saat ini, Danusiri sedang melakukan PhD dalam program Antropologi Media, dengan bidang Praktik Media Kritis di Harvard University.

Berikut adalah beberapa film Aryo Danusiri:

Village Goat Takes the Beating

Disyuting di Aceh di akhir 1999, melalui wawancara panjang dengan korban atau dengan saudara-saudara korban yang telah meninggal, dan melalui beberapa perekaan ulang, catatan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Indonesia di Aceh terutama di tahun 1990an, terutama di daerah Tiro di Pidie, selama periode DOM, di mana di bawah Suharto Aceh dibuat menjadi daerah operasi militer dengan tujuan menekan Gerakan Aceh Merdeka.

Lukas’ Moment

Tentang sepotong kehidupan sehari-hari saat ini di Papua Barat, salah satu daerah konflik di Indonesia. Bukannya mereproduksi Papua dengan stereotipe citra yang mengerikan dan penuh horor konflik, Danusiri lebih tertarik memperlakukan kameranya untuk menciptakan cerita yang intim, mengamati dan emptais mengenai Lukas, seorang nelayan Marind yang berusaha untuk membiayai pendidikannya. Lukas memulai suatu usaha kecil dengan dukungan satu proyek pembangunan. Dimulai dengan ritme yang lambat dan atmosferik, film ini mengikuti usaha Lukas untuk menjual tangkapannya ke ibukota tanpa melalui perantara, yang kemudian menimbulkan berbagai kesulitan.

The Poet of Linge Homeland

Potret Ibrahim Kadir, salah satu dari “Ceh” (penyair) lama Gayo, seseorang yang memimpin dan berlaku sebagai biduan utama Didong (salah satu tradisi lisan masyarakat Gayo). Tradisi lisan ini adalah kombinasi dari sastra, musik, dan tarian. Dokumenter ini memfokuskan pada kehidupan sehari-hari Ibrahim, menyanyikan baladanya, menari, dan mementaskan/mengomentari kompetisi di tanah asalnya Linge (Gayo) di Aceh pusat.

Playing Between Elephants

Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika gajah berkelahi, kancil mati di tengah. Tapi dalam dokumenter ini, kancil tidak mati—sebaliknya, ia berhasil bermain di antara mereka dan mendapatkan apa yang ia mau. Film ini mendokumentasikan Aceh pasca-Tsunami dan pasca-konflik, di mana UNHABITAT ditugaskan untuk membangun rumah, sementara kepala desa Aceh memimpin warganya melalui suka duka proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Film ini menunjukkan betapa sukarnya bertahan melewati suatu trauma dan kemudian mengalami intervensi global.

Invitation

Sutradara: @affan_hakim | Produser : mas ibnu | cast: maaf gak sempet nyatet pas credit titlenya diputer Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie maker, minimal si sutradara atau produser atau salah satunya. Tidak hanya bertemu, mungkin juga saya bisa bertanya sesuatu hal yang ‘mengganggu’ atau ‘agak menganggu’ yang …

Invitation

Peluncuran & diskusi film “Invitation” di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 | Indonesia | Romance/Drama | 30 menit | Bhs Indonesia | English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

Pemutaran film

Bulan ini kami mendapat kesempatan untuk merayakan Afternoon Talk: Love Letter to Java Tour (19 Februari), dan memutar film pendek ‘Invitation’ (18 Februari) karya Affan Hakim, salah satu filmmaker muda Surabaya. Untuk meramaikan, kami memutar berbagai film lainnya dengan tema senada. Jadwal lengkapnya, di bawah.

Info lebih lanjut, hubungi: info@c2o-library.net

—————
Atonement
Sutradara: Joe Wright. Diadaptasi dari novel Ian McEwan (novel tersedia di rak fiksi C2O)
2007 | UK | 123m | English with English subs

Sabtu, 4 Februari 2012, pk. 18.00

1935. Briony Tallis, seorang gadis 13 tahun bercita-cita menjadi penulis. Ketika Robbie Turner, putra dari pembantu rumah tangga Tallis menaruh hati pada kakaknya, Cecilia, dan Briony melihat keduanya bercinta, Briony kemudian menuduh Robbie suatu tindakan kriminal yang tidak dilakukan Robbie. Cecilia dan Robbie saling mencintai satu sama lain, tapi tuduhan palsu Briony mengubah nasib dan kehidupan ketiganya, selamanya.

——————-
Midnight in Paris
Sutradara: Woody Allen
2011 | USA | 94 m | Warna | Inggris, teks Inggris

Minggu, 5 Februari 2012, 18.00

Bercerita mengenai pengalaman sekelompok turis Amerika yang terpesona dengan Paris. GIll Pender, seorang screenwriter yang sukses tapi tidak puas dengan kehidupannya, dan sangat menggilai Paris di tahun 1930an. Dia bercita-cita menjadi penulis “sesungguhnya”, dan melalui time travel yang ajaib setiap malam, di mana dia dibawa ke Paris di tahun 1930an, dan bertemu dengan berbagai idolanya, dia terpaksa menghadapi kenyataan mengenai ketidakcocokannya dengan tunangannya dan tujuan hidup mereka yang berbeda.

——————-
Happy Together
Sutradara: Wong Kar-Wai
1997 | Hong Kong | 96 menit | Cantonese, English subs

Sabtu,11 Februari 2012, 18.00

Yiu-Fai dan Po-Wing tiba berlibur ke Argentina dari Hong Kong, tapi di sana hubungan mereka malah merenggang. Yiu-Fai bekerja di sebuah bar tango untuk mendapatkan uang kembali pulang. Ketika Po-Wing muncul kembali dalam kondisi penuh luka, Yiu-Fai merasa kasihan, tapi tidak mampu lagi membina hubungan yang lebih intim, mengingat Po-Wing sendiri tidak siap untuk komitmen jangka panjang. Yiu-Fai kemudian bekerja di rumah makan Cina dan bertemu dengan Chang dari Taiwan.

——————
Invitation
Peluncuran & diskusi film “Invitation” di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00
Terbuka untuk umum. Donasi untuk mendukung kelanjutan program ini.

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 | Indonesia | Romance/Drama | 30 menit | Bhs Indonesia | English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

—————–

Melancholia
Sutradara: Lars von Trier
2011 | Denmark / France | 130m | English with English subs

Sabtu, 25 Februari 2012, pk. 18.00

Dalam film indah mengenai kiamatnya dunia ii, Justine dan Michael sedang merayakan pernikahan mereka di rumah saudara perempuan mereka, Claire, dan suaminya, John. Meskipun Claire berusaha sekuat mungkin, pernikahan tersebut berlangsung kacau, dengan ketegangan keluarga dan relationship. Sementara sebuah planet bernama Melancholia sedang meluncur menabrak bumi…

—————–

L’enfant
Sutradara: Jean-Pierre & Luc Dardenne
2005 | Belgium | 91m | Warna | Prancis, English subs

Minggu, 26 Februari 2012, 18.00

Bruno, 20 tahun dan Sonia, 18, bertahan hidup dengan tunjangan negara dan kriminal-kriminal kecil. Bruno kemudian menjual bayi mereka ke pasar gelap untuk mendapatkan uang tunai. Sonia yang shock membuatnya berusaha memperbaiki kesalahannya dan membeli kembali bayinya, tapi penolakan Sonia, serta hutang-hutang dan keputusasaannya membawanya ke terali penjara…

Rumah Leluhur NagaRumah Leluhur Naga

Menjelang tahun baru Imlek ini, kami mengundang sahabat untuk turut bergabung dalam :

Pemutaran & Diskusi Film Rumah Leluhur Naga (dokumenter mengenai klenteng Hok An Kiong)
Sabtu, 21 Januari 2012, pk. 18.00 – selesai

bersama:
– Giri Prasetyo (filmmaker, Matanesia)
– Shinta Devi (dosen sejarah Unair, peneliti klenteng Boen Bio dan sejarah Tionghoa)
– Ardian Purwoseputro (moderator)

Secara garis besar dokumenter ini bercerita tentang Klenteng Hok An Kiong, klenteng tertua di Surabaya, dan pengaruhnya terhadap perkembangan penduduk Tionghoa setelahnya. Giri menggarap video ini hampir setahun lamanya. Menetaskan ide pada bulan Februari, melakukan riset dan wawancara, hingga pengambilan ratusanfootage di kawasan pecinan Surabaya. Paper tentang pecinan karya Claudine Salmon dan pertemuannya dengan beberapa ahli budaya Tionghoa semakin memperkaya sudut pandang Giri dalam pembuatan film ini.

Terbuka untuk umum dan gratis. Donasi akan sangat dihargai untuk terus mendukung kelangsungan program kami.

Pemutaran film

Menyambut 2012, kami memutar film-film mengenai perjalanan, rasa ingin merantau dan berpulang, dan–untuk menyambut Tahun Baru Imlek–film-film mengenai etnis Tionghoa di Indonesia. Terutama jangan lewatkan film ‘Rumah Leluhur Naga’ oleh filmmaker muda kita, Giri Prasetyo, yang akan diputar Sabtu, 21 Januari 2012, pk.18.00. Jadwal lengkapnya, di bawah.
Info lebih lanjut, hubungi: info@c2o-library.net

———————————
Permanent Vacation
Sutradara: Jim Jarmusch
1980 | USA | 75m | Warna | Inggris, teks Inggris

Sabtu, 7 Januari 2012, 18.00

Film pertama Jim Jarmusch setelah dia DO dari sekolah film, dan sering disebut sebagai cikal bakal style-nya yang unik. Pemeran utama film yang diperankan oleh Chris Parker, berjalan mengelilingi New York, tanpa tujuan, dan bertemu dengan berbagai karakter dan tempat.

———————————
Nobody Knows
Sutradara: Hirokazu Koreeda
2004 | Jepang | 141m | Warna | Jepang, teks Inggris

Minggu, 8 Januari 2012, pk. 18.00

Empat anak kecil–Akira, Kyoko, Shigeru dan Yuki–berusia 5-12 tahun, berasal dari satu ibu dengan ayah yang berbeda-beda. Anak-anak ini tidak bisa pergi ke luar, tidak pergi ke sekolah, dan tidak dapat dilihat orang asing. Ibu mereka lari meninggalkan mereka, dan mereka harus bertahan hidup sendiri, menggantungkan diri pada satu sama lain untuk bertahan hidup.

———————————

Menggelar Indonesia

Sutradara: Jennifer Lindsay
2010 | Dokumenter | 90 menit | B. Indonesia
Sabtu, 14 Januari 2012, 18.00

Pada era Soekarno, Republik Indonesia yang masih muda mengutus rombongan besar seniman pergelaran ke manca negara sebagai duta bangsa dalam misi kesenian. Penguraian sejarah yang nyaris dilupakan ini menggambarkan masa ketika pemerintah memberikan perhatian begitu besar kepada kesenian, demi kepentingan diplomasi. Pengalaman para seniman peserta misi kesenian ini tak hanya mempengaruhi jalan hidup mereka melainkan berdampak pada perkembangan kesenian Indonesia pula.

———————————

Merantau
Sutradara: Gareth H. Evans
2009 | Indonesia | 135m | Warna | Indonesia

Minggu, 15 Januari 2012, 18.00

Di Minangkabau, Sumatera Barat, Yuda (Iko Uwais), seorang pendekar silat Harimau handal, ada dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

———————————

Rumah Leluhur Naga
Sutradara: Giri Prasetyo
2011 | Indonesia | 16m | Warna | B. Indonesia

Sabtu, 21 Januari 2012, pk. 18.00
bersama: Giri Prasetyo
Moderator: Ardian Purwoseputro
Diselenggarakan bersama dengan Hifatlobrain Travel Institute

Film dokumenter pendek yang dibuat oleh pria bernama Giri Prasetyo ini akan membawa kita menelusuri Pecinan di utara Surabaya. Di mana pada 180 tahun silam, sekumpulan pedagang Tionghoa memutuskan pendirian Kelenteng Hok An Kiong (klenteng tertua di kota Surabaya) serta pengaruhnya terhadap perkembangan penduduk Tionghoa setelahnya.

———————————

Sugiharti Halim
Sutradara: Ariani Darmawan
Minggu, 22 Januari 2012, pk. 18.00

Apa artinya sebuah nama? Bagi Sugiharti Halim, ternyata nama berarti sejumlah pertanyaan panjang. Kadang kocak, kerap menjengkelkan, dan yang jelas penuh kontradiksi: Apa benar seseorang perlu nama ‘asli’? Apa betul nama bisa dijual? Apa iya identitas bisa disamarkan di balik sebuah nama? Sugiharti Halim menawarkan sebuah cara pandang yang jenaka, ‘nyelekit’, sekaligus kontekstual untuk ditilik lagi hari ini.

———————————

Sepet

Sutradara: Yasmin Ahmad
1997 | Malaysia | 113m | Warna | Inggris, teks Inggris
Sabtu, 28 Januari 2012, 18.00

Ah Loong (Jason) adalah seorang penjual VCD bajakan yang menyukai sastra dan puisi. Suatu hari ia bertemu dengan Orked, seorang perempuan Melayu, yang mencari VCD-VCD yang dibintangi Takeshi Kaneshiro. Hubungan mereka berkembang, meski ada tekanan sosial dan ras di antara mereka.

———————————

Pertaruhan
Sutradara: Ucu Agustin
2008 | Indonesia | 106m | Warna | B. Indonesia

Minggu, 29 Januari 2012, 18.00

Ruwati dan Riantini adalah dua TKW yang bekerja di Hong Kong. Gaji mereka yang berkecukupan menyokong keluarga mereka di Jawa. Ruwati ingin pulang untuk menikah, tapi kemudian mendapati bahwa dia terkena kanker cervix. Sementara Riantini adalah seorang janda yang jatuh cinta dengan sesama pekerja asing di Hong Kong.