Peluncuran buku 30 Hari Keliling Sumatra

Peluncuran Buku “30 Hari Keliling Sumatra”
Oleh Ary Amhir
Minggu, 17 April 2011, 14.00 WIB
C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
INFO: c2o.library@yahoo.com
——-
Pertengahan Januari 2009 terbersit niat tuk melakukan perjalanan ke Sumatra dengan budget rendah. Alasan pertama, ingin menjajal kekuatan fisik paska didera kanker dan operasi-operasi yang berkepanjangan. Alasan kedua, belajar budaya, adat, dan istiadat setempat, semampu saya.

Perjalanan dimulai dari Pariaman, Bukittinggi, Madina, Tangkahan Durian, Medan, Takengon, Blank Dalam, Banda Aceh, Tanjung Pura, Tanah Karo, Toba, Palembang, Prabumulih, dan berakhir di Bandar Lampung 30 hari kemudian. Panjang dan melelahkan.
Menguras kocek Rp 3,4 juta. Lumayan!

Apa yang bisa saya kisahkan dalam perjalanan panjang ini? Apa saja ada, walau tak lengkap. Kisah perkawinan adat Pariaman, keindahan Bukittinggi dan Takengon, nasib orang Melayu di pinggiran. Ada juga nasib kuli bangunan paska gempa, petani karet dan sawit, hingga kisah mereka yang tabah menjadi korban bencana alam.

Saya ingin menuang kearifan lokal para jelata dalam menyikapi hidup. Belajar darinya, dalam setiap perjalanan, sungguh indah. Perjalanan bagi saya tak sekedar mengejar keindahan alam, bangunan bersejarah, hotel yang nyaman, makanan nikmat, tapi juga membaca masyarakat dan kehidupan sekitar. Bukankah itu yang mendewasakan para pengelana sejak masa purba?
———-
Ary Amhir pernah bekerja sebagai jurnalis di sebuah harian Surabaya, lalu majalah wanita di Jakarta, dan menjadi penulis lepas di beberapa media seperti Familia (Kanisius Group), Intisari, The Jakarta Post. Telah menerbitkan buku “TKI di Malaysia: Indonesia yang Bukan Indonesia”, “Antologi Bicaralah Perempuan”, dan “Journal of 30 Days Around Sumatra”. Kunjungi situsnya di http://othervisions.wordpress.com

Book Discussion: Mati, Bertahun yang Lalu

Mengundang kerabat untuk diskusi buku (dilakukan dalam bahasa Inggris) “Mati, Bertahun yang Lalu.” Mari melatih bahasa Inggris sambil membahas novel!

Senin, 3 Januari, 2011, 15.00 WIB.
Perpustakaan C2O, Jl. Dr. Cipto 20, Surabaya 60264
(Jalan kecil seberang konjen Amerika, lihat peta)
Tentang Penulis

Soe Tjen Marching Soe Tjen Marching adalah seorang Indonesianis, penulis, dan feminis. Ia memperoleh gelar Ph.D.nya dari Universitas Monash, Australia. Ia telah diundang sebagai dosen tamu di berbagai Universitas di Australia, Britania dan Eropa. Soe Tjen banyak menulis artikel di berbagai suratkabar Indonesia maupun asing, cerita pendek, dan juga membuat komposisi musik. Ia pernah memenangi beberapa kompetisi penulisan kreatif di Melbourne – Australia.
Moderator

Dr. Angus Nicholls dosen dalam sastra komparasi di Queen Mary University of London. Beberapa bukunya telah diterbitkan oleh Camden Press dan Cambridge University Press. Angus saat ini juga menjabat sebagai Acting Director di departemennya. http://www.sllf.qmul.ac.uk/staff/nicholls.html

INFO: c2o.library@yahoo.com
http://c2o-library.net/

Reportase: The ‘O’ Project

Buku The ‘O’ Project lahir dari rentannya kedaulatan tubuh perempuan karena mitos dan tabu. Proyek ini membongkar kebisuan perempuan terhadap kenikmatan seks dan orgasme. Penulis tergelitik mengungkap realitas, mengapa jumlah perempuan yang mencapai orgasme begitu rendah dibandingkan laki-laki? Yakni, 29 persen saja. Padahal semua orang paham bahwa perempuan dapat orgasme berkali-kali. Bertolak dari sana, dia membuat The ‘O’ Project.

Tujuannya agar setiap perempuan tahu apa itu orgasme, bagaimana mendapatkannya, dan membuat keputusan bertanggungjawab berdasarkan pengetahuan tentang orgasme yang utuh dan kritis. Tidak terbatas pada studi literatur, dia juga melakukan serangkaian wawancara dengan banyak perempuan di Aceh, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Makasar, dengan responden usia 25-55 tahun.

Bedah Buku The ‘O’ Project

Sabtu, 13 November 2010, 15.00
Bersama penulis, Firliana Purwanti
Pembicara: Dr. Soe Tjen Marching, dosen FISIP Unair
Moderator: Putri Aisyiyah, Peminat kajian feminis

The ‘O’ Project lahir dari rentannya kedaulatan tubuh perempuan karena mitos dan ketabuan. Setelah dibedah di berbagai kota di Indonesia, kini The ‘O’ Project hadir di Surabaya.

Penulis : Firliana Purwanti
Editor : Agustine, Budi Setiyono, Dédé Oetomo, Christina M. Udiani
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2010

Report: Only a Girl

Sabtu, 23 Oktober 2010, pk. 17.30 WIB, kursi-kursi mulai dipenuhi oleh pengunjung. Kru GPU Surabaya, telah lama bersiap di depan. Buku-buku nominasi Khatulistiwa Literary Award, dijual di meja sirkulasi depan dengan diskon 10% hanya untuk hari itu. Cuaca Surabaya yang panas seperti biasa, tidak meredekan antusiasme untuk acara peluncuran buku “Only a Girl: Menantang Phoenix” yang berlangsung sore itu di C2O.

Kami semua terkesan dengan Lian Gouw, penulis buku Only a Girl yang khusus datang ke Indonesia untuk peluncuran terjemahan bukunya, setelah 50 tahun lebih meninggalkan tanah airnya untuk menetap di Amerika. Di usia senja 76 tahunnya, beliau masih tampak bugar, terus bersemangat untuk menulis, giat belajar untuk meningkatkan kemampuan menulisnya, bahkan menjual sendiri karya-karyanya! Didampingi oleh Soe Tjen Marching, yang bulan depan akan meluncurkan novelnya, juga diterbitkan oleh Gramedia, acara diskusi berlangsung dengan interaktif, menghibur sekaligus informatif.

Walaupun sedikit terbata-bata, Lian Gouw bersikeras untuk melangsungkan acara dengan bahasa Indonesia. Beliau mengutarakan ketidak nyamanannya jika melihat istilah-istilah Inggris digunakan dengan clemang-clemong, dicampur aduk dalam bahasa Indonesia, demi sekedar “gengsi”. “Banggalah dengan bahasamu sendiri, karena tanpa bahasa, kamu tidak punya suara,” tegasnya.

Peluncuran buku Only a Girl: Menantang Phoenix

PELUNCURAN BUKU “Only a Girl – Menantang Phoenix”
@ C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
Sabtu, 23 Oktober 2010, 17.30
Bersama Lian Gouw (penulis Only a Girl), dan Soe Tjen Marching (penulis dan pengajar kajian media & seksualitas FISIP Unair)

Only a Girl – Menantang Phoenix menuturkan dengan sangat menyentuh kisah tiga generasi perempuan China yang bergumul demi identitas mereka di tengah ketidakpastian Revolusi Indonesia, Perang Dunia II, dan dunia yang dilanda depresi.

Nanna, seorang ibu yang berperan sebagai kepala keluarga, berupaya keras untuk mempertahankan dan menanamkan nilai-nilai tradisional China sementara anak-anaknya sangat ingin berbaur dengan masyarakat kolonial Belanda yang mereka anggap lebih modern. Carolien, puteri bungsu Nanna, terbuai dengan keuntungan yang dia peroleh dengan mengadopsi gaya hidup barat. Sayangnya, jalan yang dia tempuh terbukti salah setelah perkawinannya memasuki masa-masa sulit dan akhirnya kandas, dan merasakan berbagai akibat membesarkan puterinya, Jenny, dalam budaya Belanda.

Pengasuhan gaya barat yang diterima Jenny ternyata sangat tidak menguntungkan setelah Indonesia merdeka karena budaya Belanda tidak lagi dipandang. Cara-cara unik Nanna, Carolien, dan Jenny menghadapi berbagai tantangan mereka masing-masing memperlihatkan kisah rumit masyarakat China di Indonesia, khususnya antara tahun 1930-1952.

Novel yang terinspirasi oleh peristiwa historis ini akan memberikan banyak pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang ingin dipertahankan oleh masyarakat China dan bagaimana konflik antargenerasi harus dihadapi dan diselesaikan.

Lian Gouw lahir di Jakarta dan dibesarkan di Bandung pada masa kolonialisme Belanda, kemudian beremigrasi ke Amerika dan tinggal di sana sampai sekarang. Puisi dan cerpen Lian Gouw telah dimuat di Quietus Magazine. Her Predicament, versi awal bab pertama novelnya, Only a Girl, dimuat dalam antologi the SF Writers Conference 2006, Building Bridges from Writers to Readers.

Dalam tulisannya, Lian banyak menggali tema-tema relasi antarmanusia, hubungan dengan binatang, dan fantasi bernuansa fabel. Secara khusus, dia tertarik mengeksplorasi kehidupan dan pergumulan kaum perempuan.

Pesan/beli bukunya di C2O?
Versi terjemahan Indonesia, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka, 5 Oktober 2010. Bisa dipesan pre-order di C2O dengan harga Rp. 65.000 (diskon 10% untuk anggota C2O). Buku bisa diambil langsung di c2o, atau dikirimkan dengan ekspedisi (tambah ongkos kirim). Jika menginginkan tanda tangan dari penulis, buku bisa diambil/dikirim setelah tanggal 23 Oktober 2010.
Info selanjutnya, email: c2o.library@yahoo.com / HP: 0815 1520 8027 (Yuli)
atau datang langsung ke sirkulasi C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264.