MSW #21 Selamat Pagi Kampung Arab »
-->

Reclaim the Swastika

by
November 5, 2013 08:00

HariSwastika-575

Reclaim the Swastika
Gratis swastika handpoke tattoo, buku elektronik swastika & bincang bersama
Rabu 13 November 2013, 12.00 – 21.00
C2O library & collabtive
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya
(peta & panduan arah)

Reclaim the Swastika (reclaimtheswastika.com) adalah sebuah peristiwa di seluruh dunia pada tahun pertama meninggalnya ManWoman – 13 November 2013 – untuk menyebarkan pengetahuan dan penghargaan terhadap sejarah simbol swastika yang manusiawi.

Berbagai toko akan memberikan tato, torehan dan branding swastika secara gratis dan menggunakan kesempatan ini untuk mendidik masyarakat tentang asal-usul dan arti sebenarnya dari Swastika tersebut. Pada tanggal 13 November Nanti sekitar 170 + seniman tattoo, body modifier, desainer, penulis dan pendidik akan membagikan sesuatu yang berbentuk / bergambar / bercerita tentang apa itu swastika.

Nama saya Michel Richard Sanjaya, seorang penggiat tattoo tradisional dengan proses Handpoke. Pada tanggal 13 November nanti, saya akan membuatkan 3 Tattoo gratis kepada 3 orang terpilih dengan proses Handpoking (tattoo tradisional yang tidak menggunakan mesin tattoo dengan cara memasukan jarum yang sudah terdapat tinta tattoo secara perlahan) dan akan memberikan beberapa E-Books mengenai Swatika gratis dan juga berbincang bincang mengenai lambang swastika tersebut.

Bagi yang ingin mendaftarkan diri untuk mendapatkan tattoo gratis dapat menghubungi saya di:
mxrichs@gmail.com / 08567739055 / Twitter @mxrichs


Swastika

Swastika sendiri adalah simbol kuno yang telah digunakan selama lebih dari 3.000 tahun. Bahkan, simbol ini mendahului simbol Mesir Kuno, Ankh! Artefak, seperti tembikar dan koin Troy Kuno menunjukkan bahwa swastika adalah simbol yang biasa digunakan sejauh 1000 SM. Di belahan bumi lain, meskipun tidak diketahui secara persis, penduduk asli Amerika juga telah lama menggunakan simbol swastika.

Selama seribu tahun berikutnya, citra swastika digunakan oleh banyak budaya di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok, Jepang, India, dan Eropa Selatan. Pada Abad Pertengahan, swastika begitu populer―meski tidak digunakan secara umum―dan disebut dengan banyak nama:

  • Cina: wan
  • Inggris: Fylfot
  • Jerman: Hakenkreuz
  • Yunani: tetraskelion dan gammadion
  • India: swastika

Kata “swastika” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta svastika di mana “su” berarti “yang baik,” “asti” berarti “menjadi” dan “ka” sebagai akhiran. Sebelum Nazi menggunakan simbol ini, swastika digunakan oleh banyak budaya untuk melambangkan kehidupan, matahari, kekuasaan, kekuatan, dan keberuntungan. Bahkan, pada awal abad 20, swastika menjadi dekorasi umum yang sering menghiasi kotak rokok, kartu pos, koin dan bangunan. Selama Perang Dunia I, swastika bahkan bisa ditemukan di tambalan bahu Divisi ke-45 Amerika dan Angkatan Udara Finlandia hingga setelah Perang Dunia II.

Pada tahun 1800an, negara-negara di seluruh Jerman tumbuh lebih besar dan membentuk kerajaan. Tetapi, Jerman bukanlah negara bersatu hingga tahun 1871. Untuk mengatasi perasaan rentan dan stigma di kalangan pemuda, nasionalis Jerman pada pertengahan abad 19 mulai menggunakan swastika untuk merepresentasikan sejarah panjang Jerman (Arya), karena ada keterkaitan asal-usul dengan bangsa Arya di India.

Pada akhir abad 19, swastika dapat ditemukan pada majalah nasionalis Jerman dan menjadi lencana resmi Liga Pesenam Jerman. Selanjutnya, pada awal abad 20, swastika merupakan simbol umum nasionalisme Jerman yang dapat ditemukan di Ostara, sebuah majalah antisemitik milik Joerg Lanz von Liebenfels dan di berbagai unit Freikorps. Juga menjadi lambang Wandervogel, sebuah gerakan pemuda Jerman dan Society Thule.

Bendera Nazi

Pada tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan bahwa Partai Nazi membutuhkan lencana dan bendera tersendiri. Secara resmi, berdasarkan Kongres Salzburg 7 Agustus 1920, Partai Nazi menggunakan bendera merah dengan lingkaran putih dan swastika hitam sebagai lambang resmi partai. Dalam Mein Kampf, Hitler menggambarkan bendera baru Nazi itu:

“Pada merah kita melihat ide gerakan sosial, putih ide nasionalisme, di swastika misi perjuangan untuk kemenangan orang Arya dan, dengan tanda yang sama, kemenangan gagasan karya kreatif yang telah selalu dan akan selalu menjadi antiSemit.”

Sejak saat itu, swastika segera menjadi simbol kebencian, antisemitisme, kekerasan, kematian dan pembunuhan.

Dekorasi Swastika menurut Hindu

Kuatnya pengaruh swastika sebagai simbol selama era Nazi memunculkan pengaburan dalam masyarakat saat ini. Bagi umat Buddha dan Hindu, swastika adalah simbol yang sangat religius dan umum digunakan. Chirag Badlani berbagi cerita ketika pada satu waktu ia membuat fotokopi beberapa dewa Hindu untuk kuilnya. Sementara berdiri dalam antrean untuk membayar fotokopi, beberapa orang di belakangnya memperhatikan swastika yang ada pada salah satu fotokopiannya. Mereka pun menyebut Badlani sebagai Nazi.

Sauvastika yang berbalik makna

Beberapa kebudayaan pada masa lalu telah membedakan antara swastika (searah jarum jam) dan sauvastika (berlawanan arah jarum jam). Swastika melambangkan kesehatan dan hidup, sementara sauvastika bermakna mistis kemalangan. Namun, sejak Nazi menggunakan swastika, terjadilah keterbalikan makna di mana orang-orang menganggap swastika Nazi yang searah jarum jam sebagai lambang kebencian dan kematian, sementara sauvastika sebagai lambang kehidupan dan keberuntungan.

Kredit foto (CC) Premasagar Rose. Swastika motif di sekitar Perpustakaan Pusat Manchester, Inggris. Dibangun 1930-4.


INFO:
mxrichs@gmail.com / 08567739055 / Twitter @mxrichsHariSwastika-575

Reclaim the Swastika
Free swastika handpoke tattoo, ebooks, and talks
Wednesday 13 November 2013, 12.00 – 21.00
C2O library & collabtive
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya
(map & direction)

Reclaim the Swastika (reclaimtheswastika.com) is a worldwide event to commemorate the first year of the death of ManWoman—on 13 November 2013—and to spread the knowledge and appreciation of the history of the swastika as a humane symbol.

Various stores will give you swastika tattoos, nicks and branding for free and use this opportunity to educate the public about the origin and true meaning of the Swastika. Later on November 13, around 170 + tattoo artists, body modifiers, designers, writers and educators will share something in the shape, picture, or stories of the swastika .

My name is Michel Richard Sanjaya, a traditional tattoo artist of Handpoke process. On 13 November, I will make three tattoos for three selected people using handpoke process and give you some e-Books on Swatika for free, and also give some talk about swastikas.

For those who want to sign up to get a free tattoo can contact me at :
mxrichs@gmail.com / 08567739055 / Twitter @ mxrichs


Swastika

Swastika itself is an ancient symbol that has been used for over 3,000 years. In fact, this symbol predates even the Ancient Egypt, Ankh! The pottery and coins from ancient Troy show that the swastika was a commonly used symbol as far as 1000 BC. In the other hemisphere, although not known precisely, Native Americans also have long used the symbol of the swastika.

Over the next thousand years, the image of the swastika have been used by many cultures around the world, including in China, Japan, India, and southern Europe. In the Middle Ages, the swastika was so popular—although not used in general—and is called by many names:

  • China: wan
  • Britain: Fylfot
  • Germany: Hakenkreuz
  • Greece: tetraskelion dan gammadion
  • India: swastika

The word “swastika” itself comes from the Sanskrit svastika where “su” means “good,” “asti” means “to be” and “ka” as a suffix. Before the Nazis used this symbol , the swastika was used by many cultures to represent life, sun, power, strength, and luck. In fact, in the early 20th century, the swastika is a common decoration that often adorned cigarette cases, postcards, coins, and buildings. During World War I, the swastika could even be found on the shoulder patches of the 45th American Division and the Finnish air force until after World War II.

In the 1800s, countries around Germany grew larger and formed a kingdom. However, Germany was not a unified country until 1871. To overcome feelings of vulnerability and the stigma of youth, German nationalists in the mid-19th century began to use the swastika to represent the long history of German (Aryan) , theconnection with the origin of the Aryans in India .

At the end of the 19th century, the swastika could be found on nationalist German magazine and a German gymnast League official insignia. Furthermore , in the early 20th century, the swastika is a common symbol of German nationalism which can be found at Ostara, a magazine owned antisemitic Joerg Lanz von Liebenfels and in various Freikorps units. Also a symbol Wandervogel , a German youth movement and the Thule Society.

Nazi flag

In 1920, Adolf Hitler decided that the Nazi Party needed its own insignia and flag. Officially, based on the Salzburg Congress August 7, 1920, the Nazi Party began using a red flag with a white circle and black swastika as the official symbol of the party. In Mein Kampf, Hitler’s Nazi describe a new flag:

“In red we see the social idea of ​​the movement, in white the nationalist idea, in the swastika the mission of the struggle for the victory of the Aryan man, and, by the same token, the victory of the idea of ​​creative work that has always been and will always be anti-Semitic.”

Since then, the swastika soon became a symbol of hate, antisemitism, violence, death and murder.

Swastika according to Hindu

The strong influence of the swastika as a symbol for the Nazi era led to its obfuscation in today’s society. For Buddhists and Hindus, the swastika is a very religious and commonly used symbol. Chirag Badlani shares stories at a time when he made ​​a copy of some Hindu Gods for his temple. While standing in line to pay for the photocopies, some people behind him noticed that there was a swastika on one of his photocopies. They immediately accused Badlani as Nazi.

Sauvastika that reverses its meaning

Some cultures in the past had differentiated between the swastika (clockwise) and sauvastika (counter-clockwise). Swastika symbolizes health and life, while sauvastika means mystical misfortune. However, since the Nazis’ use of the swastika, there is a reverse in meaning where people assume that the clockwise Nazi swastika is the symbol of hatred and death, while sauvastika as a symbol of life and prosperity.

Photo (CC) Premasagar Rose. Swastika motif around Manchester Central Library, England. Built 1930-4.


INFO:
mxrichs@gmail.com / 08567739055 / Twitter @mxrichs

Categories: Talk&Sharing

: C2O library & collabtive is an independent library and a co-working space that aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment. More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net
Email this author | Visit author's website | All posts by

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

What’s On

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
not-your-world-music-575
Not Your World Music: Noise in Southeast Asia

by c2o library & collabtive
Diskusi buku Not Your World Music: Noise in South East Asia karya Cedrik Fermont & Dimitri della...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya