Damar Kurung

DamarKurung

Perihal Damar Kurung Gresik
dari Perspektif Seni Rupa, Budaya, dan Komunikasi Visual
☞ Rabu, 8 Juli 2015, pk. 18.00 – 21.00
C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya

Pembicara:
1. Ika Ismurdyahwati (Penulis disertasi Damar Kurung dan Lukisan Kaca Jawa Timur)
2. Novan Effendy (Founder Damar Kurung Fest)
3. Rany Annissa Syabrina (Penyusun Tugas Akhir Buku Visual Damar Kurung )

DamarKurung Gresik adalah sebuah lampion berbentuk segi empat dengan sepasang sudut segitiga di setiap sisinya yang bergambar dan bercerita secara urut dan tematik. Sempat mencicipi masa kejayaan dan fenomenal di kancah seni rupa nasional pada rentang tahun 1990 – 2005. Namun, sepeninggal Sang Maestro Alm. Mbah Masmundari pada tahun 2005 menyisakan cerita pilu meredupnya DamarKurung Gresik. Kondisi semakin memprihatinkan manakala Damar Kurung hanya sekedar menjadi hiasan dan barang langka yang sulit dicari keberadaannya. Minimnya literatur serta sumber sejarah mengenai keberadaan Damar Kurung, serta generasi penerus dan pelestari kesenian ini seolah melengkapi permasalahan yang berujung pada kepunahan kesenian ini.

Satu-satunya buku yang menjadi rujukan dan sumber literasi adalah buku berjudul Seni Hias Damar Kurung dan Lukisan Kaca Jawa Timur yang ditulis oleh Ika Ismurdyahwati Tahun 2002.

Tepat pada 4 Agustus 2012 bergulir Festival Anak Gresik 1001 Damar Kurung, sebuah kegiatan yang digagas ana-anak muda Gresik untuk merayakan kembali kehadiran Ramadan dengan membuat, memasang dan mengkaji kembali nilai-nilai luhur yang tertutur secara visual di Damar Kurung. Di luar dugaan kegiatan ini mampu menarik antusiasme ribuan orang untuk turut hadir dan menjadi saksi atas keberlanjutan euforia DamarKurung di Gresik untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pelaksanaan Damar Kurung Fest kemudian berlanjut hingga tahun 2014 dengan ragam kegiatan setiap volume penyelenggaraannya.

Salah satu dampak yang cukup terasa adalah, banyak mahasiswa dari berbagai laktar akademisi kemudan ramai mengambil Damarkurung sebagai subyek penelitian tugas akhir dan riset akademik.

Adalah Rany Annissa Syabrina, salah seorang mahasiswa yang juga mengambil Damarkurung sebagai subyek penelitian. Uniknya, Rany yang memang dari Despro ITS jurusan DKV ini justru ingin mengolah dan membedah visual Damar Kurung hasil karya Alm. Masmundari, dari riset ini kemudian berhasil memetakan beberapa tema; lukisan yang dibuat juga bentuk ragam motif karakter yang berhasil diciptakan Alm. Mbah Masmundari. Buku Visual DamarKurung Karya rany patutu diapresiasi bahkan dikembangkan lebih lanjut untuk segera diterbitkan dan menjadi sumber literatur Damar Kurung sebagai pengetahuan dan keberlangsungan Seni Tradisi Damar Kurung di Masyarakat.

Maka, perlu kiranya berkumpul dan bertemu untuk mengkaji secara bersama Damar Kurung sebagai salah satu warisan budaya yang tak hanya perlu diselamatkan keberadaannya namun, juga menjadi sumber pengetahuan jati diri kita.

Talkshow Perihal Damar Kurung dari perspektif Seni Rupa, Budaya dan Komunikasi Visual merupakan salah satu kegiatan rangkaian dari penyelenggaraan Damar Kurung Fest 2015

Penyelenggara :
Gresikuseru – DamarKurung Fest
082132234999 (Novan Effendy)
www.damarkurungfest.com / Damar Kurung Fest / @damarkurungfest
info@damarkurungfest.com

Email | Website | More by »

C2O library & collabtive is an independent library and a co-working space that aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment. More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net

One Reply to “Damar Kurung”

Leave a Reply