Malam itu banyak hal tak semestinya terjadi. Tetapi, apa boleh buat, Lusifer diyakini merasuki tubuh Mawarsaron.
Sekelompok lansia melakukan petualangan penutup di hari terakhir Istana Boneka beroperasi. Di Kalibata, ibu dan anak mencoba lepas dari hantu masa lalu yang kembali muncul, dari masa mereka hidup di Kramat Tunggak. Di perempatan Palmerah, dua pengamen berada di tengah demonstrasi yang berujung bentrok. Bersama-sama, kita akan naik sepeda motor, komuter, taksi, ke kantor imigrasi, ke Sudirman ya…
Perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputaran perjalanan itu, terungkap bebertapa potong puing gejolak hati yang teka pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi. Dikisahkan bagaimana keperwiraan seseorang dalam revolusi pada akhirnya melunak ketika dihadapkan pada kenyataan sehari-hari: ia menemukan ayahnya yang seorang guru ya…
Realisme-sosialis, yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan, kemplangan, hinaan dan lecehan itu hanya didasarkan pada duga dan syak-wasangka bahwa realisme-sosialis identik dengan PK…
Buku ini dicap sebagai �bacaan berbahaya� sejak per�tama kali terbit dalam bahasa Swedia 30 tahun lalu. Tetapi sebagai karya, daya tariknya bukan hanya pada bagaimana kekuasaan Orba begitu takut pada buku ini, melainkan cara T�rnquist menempatkan pokok pembahasan atas Peristiwa G30S 1965. T�rnquist mengupas persoalan yang hampir tidak pernah dicermati sungguh-sungguh di dalam karya-ka…
Novel Tuan Presiden (El Senor Presidente) merupakan karya Miguel Angel Asturias dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama menjadi salah satu novel favorit kalangan umum karena mengisahkan pemerintahan totaliter di sebuah negara. Novel ini memberikan inspirasi dan mengambil kisahnya dari pengalaman penulis yang bekerja sebagai wartawan di bawah situasi politik yang represif. Penggambaran tokoh…
East of Eden adalah kisah epik tentang kebaikan dan kejahatan, tentang kehendak bebas dan segala konsekuensinya. Dituturkan melalui perjalanan hidup dua keluarga---Trask dan Hamilton---yang takdirnya saling berkelindan hingga tiga generasi, di tanah pertanian di Salinas Valley, California. Sering disebut sebagai penceritaan ulang modern kisah kejatuhan Adam dan Hawa, dan perseteruan Kain dan…
Kisah Kasih dari Dapur adalah kumpulan esai yang menjadikan dapur sebagai pintu masuk untuk mengenal hal lain di luar makanan. Di buku ini, makanan tidak hanya dilihat sekadar bahan untuk disantap, tetapi cerminan dari kompleksitas sosial dan politik di sekitar kita. Melalui kisah-kisah hidangan yang beragam, kita menyaksikan bagaimana makanan tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga me…
Ketenangan Biara Benediktin pecah. Serangkaian kematian misterius membuat para rahib dijalari kengerian. William Baskerville, seorang mantan inkuisitor Fransiskan, dipanggil untuk mengusutnya. Waktunya hanya tujuh hari sebelum pertemuan kelompok Fransiskan dan kelompok Paus yang berkonflik besar diadakan di biara itu. Di tengah pencarian dalang pembunuhan, ada perang antara iman dan logika. …
Ogata Shingo is growing old, and his memory is failing him. At night he hears only the sound of death in the distant rumble from the mountain. The relationships which have previously defined his life - with his son, his wife, and his attractive daughter-in-law - are dissolving, and Shingo is caught between love and destruction. Lyrical and precise, The Sound of the Mountain explores in immacula…
"Banyak yang hendak saya nyatakan, apakah yang dapat menghalangi saya, kalau menurut keyakinan saya, saya patut berbicara? Karena cara saya melahirkan keyakinan akan dicela setengah orang? Karena soal yang saya kemukakan, menurut setengah orang mesti didiamkan? Karena saya akan dihinakan orang? Karena saya akan dimaki? Kalau keyakinan sudah menjadi pohon beringin, robohlah segala pertimbang…
This new translation by Marion Wiesel, Elie's wife and frequent translator, presents this seminal memoir in the language and spirit truest to the author's original intent. And in a substantive new preface, Elie reflects on the enduring importance of Night and his lifelong, passionate dedication to ensuring that the world never forgets man's capacity for inhumanity to man. Night offers much m…
Pemberontak (The Rebel), merupakan buku karya Albert Camus salah seorang filsuf berpengaruh dari abad ke-20 kelahiran Aljazair. Selain dikenal sebagai sebagai filsuf, ia juga merupakan penulis kenamaan dan pernah diganjar Hadiah Nobel untuk Sastra pada tahun 1957. Tulisan-tulisan dan filosofinya dipenuhi dengan ide absurdisme yang kurang lebih bertema pencarian manusia akan makna dan kejelasan …
Kebebasan bagi Albert Camus bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan ini Albert Camus ingin menegaskan bahwa dalam rezim apapun, apalagi yang paling totaliter dan represif, kita jangan bermimpi akan memperoleh kebebasan secara cuma-cuma. Kebebasan tersebut harus diperjuangkan. Sayangnya lebih sering penguasa menindas kebebasan tersebut, sehingga cende…
Buku ini menyajikan perjalanan pemikiran Albert Camus tentang pemandangan, tempat-tempat eksotis, dan orang-orang di wilayah Mesir Kuno. Sebuah tulisan reflektif dengan gaya puisi-prosa yang menyenangkan. Karya ini menjadi pijakan awal sebelum memahami tulisan-tulisan Albert Camus berikutnya.
Fantasy Residency in North Korea: Please don't take off the lids. The pots are empty. is a conceptual art project and book by photographer Jooyoung Lee. The work explores the idea of visiting and imagining life in North Korea without actually going there, using staged photography and text to explore perceptions of an isolated place
Homeland edisi 178 terbit di Fuzhou, China tahun 2024 dan bertema "Kota Dalam Tumbuhan" (Fokus pada lanskap botani perkotaan)
Over the past decade, Korean popular culture has become a global phenomenon. The "Korean Wave" of music, film, television, sports, and cuisine generates significant revenues and cultural pride in South Korea. The Korean Popular Culture Reader provides a timely and essential foundation for the study of "K-pop," relating the contemporary cultural landscape to its historical roots. The essays in t…
In this book, an international group of contributors provide a multi-layered analysis of the emerging East Asian media culture, using the Korean TV drama as its analytic vehicle. This collection of essays is also the result of a workshop organized by the Cultural Studies in Asia Research Cluster at the Asia Research Institute, National University of Singapore. The aim of the Cluster is to promo…
Dictee is the best-known work of the multidisciplinary Korean American artist Theresa Hak Kyung Cha. This restored edition, produced in partnership with the Berkeley Art Museum and Pacific Film Archive (BAMPFA), reflects Cha’s original vision for the book as an art object in its authentic form, featuring: The original cover High-quality reproductions of the interior layout Dictee tell…
Park Wan-suh is a best-selling and award-winning writer whose work has been widely translated and published throughout the world. Who Ate Up All the Shinga? is an extraordinary account of her experiences growing up during the Japanese occupation of Korea and the Korean War, a time of great oppression, deprivation, and social and political instability. Park Wan-suh was born in 1931 in a small…
Cursed Bunny is a genre-defying collection of short stories by Korean author Bora Chung. Blurring the lines between magical realism, horror, and science-fiction, Chung uses elements of the fantastic and surreal to address the very real horrors and cruelties of patriarchy and capitalism in modern society.
Mengingat Rasa yang Terlupakan merupakan kumpulan ilustrasi tumbuhan pangan yang berfokus pada pengetahuan lingkungan dan praktik kuliner tradisional masyarakat Orang Asli di Semenanjung Malaysia, khususnya dari suku Semai dan Temuan. Tujuan utama buku ini adalah untuk mendokumentasikan pengetahuan yang kian pudar mengenai kegiatan meramu hasil hutan dan pemanfaatannya dalam pola makan sehari-h…
Novel Han Kang yang paling menggugah, We Do Not Part bercerita tentang persahabatan antara dua wanita sekaligus menguak babak tersembunyi dalam sejarah Korea. Suatu pagi pada musim dingin, Kyeongha menerima pesan mendesak dari temannya—Inseon, untuk mengunjunginya di sebuah rumah sakit di Seoul. Inseon terluka dalam sebuah kecelakaan, dan memohon kepada Kyeongha untuk kembali ke Pulau Jeju…
Buku yang meneliti fenomena pulung gantung atau peristiwa bunuh diri yang kerap terjadi di daerah Gunung Kidul Yogyakarta
Buku ini menuliskan sebagian dari riwayat seorang manusia yang berkarya di antara masa penjajahan dan pembebasan bangsa dan tanah airnya. Namun musik dan pesan perjuangannya tetap bergema hingga hari ini. "Saja bukan avonturier musik dan untuk menentukan arah musik Indonesia kepada sesuatu tingkat yang lebih tinggi, sebenarnya bukan hak saja."
Aburing Kupu-kupu Kuning karya Sindhunata berisi kisah-kisah spiritual yang dapat memberikan kekuatan dan penghiburan, yang memungkinkan kita menemukan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari yang sering terlihat keras dan menyulitkan. Membaca buku ini, jiwa kita diperkaya dengan contoh-contoh perjuangan konkret masyarakat kecil yang dapat menjadi teladan bagi hidup kita. *Buku berbahasa Jawa
Buku “Hak Minoritas: Dilema Multikulturalisme di Indonesia” mengulas persoalan perlindungan hak-hak kelompok minoritas dalam konteks negara yang majemuk. Indonesia dengan keberagaman etnis, agama, bahasa, dan budaya menghadapi tantangan dalam mewujudkan prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi. Buku ini membahas dilema yang muncul antara menjaga harmoni sosial, mempertahankan identitas nasio…
"Tirai Kemiskinan: Tantangan-Tantangan untuk Dunia Ketiga" adalah buku karya ekonom Mahbub ul Haq (diterbitkan Yayasan Obor Indonesia, 1983) yang menyoroti keterpurukan ekonomi negara-negara berkembang. Buku ini menganalisis sistem internasional yang tidak adil dan kegagalan pembangunan, menawarkan pendekatan baru yang lebih berfokus pada kebutuhan manusia daripada sekadar pertumbuhan ekonomi.
Buku ini semula tesis di program Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia. Paparan buku memuat pembahasan perlawanan ideologi Masyumi terhadap komunisme yang diperjuangkan Partai Komunis Indonesia, semenjak awal revolusi kemerdekaan hingga era demokrasi liberal (1959).
"Anarkhis", sebuah sebutan yang sering terdengar dari mulut seorang politisi, polisi, tentara, majikan dan para pemilik modal. Bahkan media-media cetak paling gemar ikut menuduh anarkhis. Hampir semua kelompok yang diuntungkan oleh status quo bersekongkol menentang terhadap anarkhis, tanpa memahami apa sebenarnya itu anarkhisme. Pemenggalan kepala pada tahun 66 sampai penebangan pohon asam d…
Buku "Kelas Menengah Digugat" karya M.M. Billah (bersama tim) yang terbit sekitar tahun 1990-an mengkritik sikap pasif dan konsumerisme kelas menengah Indonesia. Mereka digugat karena cenderung tidak peduli pada isu sosial-politik, hanya fokus pada kenyamanan ekonomi, dan kurang berpihak pada rakyat kecil atau gerakan demokrasi selama masa Orde Baru
339.46 SEA Kem
From the Iranian hostage crisis throught the Gulf War and the WorldTrade Center bombing, America has been haunted by a specter called "Islam". As portrayed by the news media-and religious hysteria. at the same time, Islamic countries use "Islam" to justify unrepresentative and often repressive regimes.
Buku Heru Atmodjo ini bagus bila disandingkan dan dibandingkan dengan buku yang diterbitkan sebelumnyadari kalangan AURI. Bila ada fakta yang berlawanan, kita perlu melakukan cek-silang... di sini letak penting sejarah lisan yang memberikan kesempatan kepada korban untuk bersuara. Meskipun mungkin suara itu berbeda. Asvi Warman Adam, Sejarawan dan Peneliti Senior LIPI, Doktor Sejarah dari Ec…
Buku Budaya Konsumen Terlahir Kembali: Arah Baru Modernitas dalam Kajian Modal, Konsumsi, dan Kebudayaan karya Martyn J. Lee (penerbit Kreasi Wacana, 2006) menganalisis pergeseran paradigma konsumsi dalam masyarakat modern. Buku ini membahas bagaimana budaya konsumen bertransformasi, berinteraksi dengan modal, serta membentuk arah baru kebudayaan kontemporer. Berikut adalah poin-poin penting s…
Dengan buku ini Radhar ingin mencoba membuka pintu kesadaran pembaca bahwa dusta sastra sangat mungkin menjelma menjadi "kebenaran""
Buku "Bisnis dan Politik: Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia 1950-1980" karya Yahya A. Muhaimin menganalisis keterkaitan erat antara aktor politik dan pengusaha (kebijakan ekonomi) selama tiga periode: Demokrasi Liberal (1950-1959), Demokrasi Terpimpin (1959-1965), dan awal Orde Baru (1966-1980), yang menunjukkan pergeseran dari proteksionisme pribumi ke liberalisasi ekonomi
Ira Ringold is an American roughneck who transforms himself from a ditch-digger in 1930s New Jersey, to a radio hotshot in the 1940s. In his heyday as a star – and as a bullying supporter of 'progressive' political causes – Ira marries Hollywood's leading lady, Eve Frame. Their glamorous honeymoon is short-lived, however, and it is the publication of Eve's scandalous bestselling exposé tha…
Sembilan karangan dalam buku ini ditulis dalam berbagai kesempatan dan untuk berbagai tujuan dalam jangka waktu kurang lebih sepuluh tahun (1975-1986). Kalau tidak dipersiapkan untuk ceramah, seminar atau simposium, biasanya untuk menanggapi peristiwa sastra yang merangsang penulis untuk berperan serta.
Kiranya harus diakui bahwa buku tentang kritik sastra dalam bahasa Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Bahkan buku kecil tentang sastra feminis ini merupakan buku pertama yang ditulis dalam bahasa Indonesia, oleh orang Indonesia. Padahal minat masyarakat Indonesia terhadap kesusastraan dirasakan semakin meningkat, sehingga bisa dipastikan buku ini akan memperluas wawasan para pecinta sast…
Buku tentang sastra wangi (yang bicara tentang genital perempuan) walau yang sebenarnya tidak semua esai tapi paling tidak judulnya mengacu ke masalah yang ramai dibicarakan. Bermulai dari Novel pemenang sayembara DKJ milik Ayu Utami yang berjudul Saman. Ada 27 artikel lepas di koran yang dikumpul dalm bundelan buku ini. Menarik untuk dicatat dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia.
Buku "Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra" karya Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna (2008) membahas dampak kolonialisme yang terus berlanjut melalui analisis sastra Indonesia. Teori ini sangat relevan untuk membedah karya fiksi dan nonfiksi yang menarasikan konflik budaya, dominasi, dan hibriditas pascajajahan, menjadikannya kajian krusial bagi humaniora.
Richard Pipes (1923–2018) adalah sejarawan Amerika-Polandia terkemuka yang dikenal karena pandangan anti-komunisnya yang kuat dan analisis tajamnya terhadap Uni Soviet. Dalam karyanya, khususnya buku "Communism: A History" (2001), ia menggambarkan komunisme sebagai gerakan ideologis totaliter yang gagal dan merusak, yang mengabaikan sifat dasar manusia
Konsep globalisasi...Telah diterima secara taken for granted oleh aneka pandangan dan kepentingan yang meliputi berbagai spektrum dari ujung kiri hingga ujung kanan: mengisi rak-rak perpustakaan aneka disiplin ilmu--ekonomi, sosiologi, kebudayaan hingga politik International
Konon kita tengah memasuki era ‘postmodernitas’. Klaim ini ditopang oleh tiga tema: Kritik postrukturalis oleh Foucoult, Derrida, dan filsuf-filsuf lain penerus filsafat pencerahan; Macetnya apa yang dianggap sebagai Seni Modern Tinggi dan penggantiannya oleh bentuk-bentuk artistik baru; Munculnya apa yang disebut sebagai masyarakat ‘post-industri’ yang strukturnya di luar perkiraan Mar…
Sebuah buku yang sangat lengkap mengungkap berbagai kajian tentang praktek dan respon terhadap homoseksualitas diberbagai zaman. Dengan berbagai ulasan yang cukup mendasar
"Potret Manusia Sebagai Si Anak Kebudayaan Massa" adalah kumpulan tulisan jurnalistik Bre Redana (diterbitkan 2002) yang memotret kehidupan masyarakat urban kontemporer Indonesia. Melalui kacamata kritis, buku ini mengulas ironi dan kelucuan keseharian di tengah arus kapitalisme serta budaya populer yang membentuk identitas manusia modern, dengan gaya esai ringan namun mendalam.
Buku ini membahas konsep identitas, multikulturalisme, globalisasi, dan konflik sosial, serta bagaimana pemahaman yang sempit tentang identitas dapat memicu pertikaian. Amartya Sen mengkritik stereotip Timur-Barat dan menawarkan perspektif yang lebih luas tentang keberagaman manusia.