Control

by
November 12, 2009 22:28

control

2007 | UK / USA | 119m | B&W | in English with English subs
Sutradara: Anton Corbijn
Produksi: Anton Corbijn, Todd Eckert, Orian Williams, Iain Canning, Peter Heslop, Tony Wilson, Deborah Curtis Penulis: Matt Greenhalgh, Deborah Curtis
Pemeran: Sam Riley, Samantha Morton, Toby Kebbell, Alexandra Maria Lara
Musik: Joy Division, New Order
Sinematografi: Martin Ruhe Distributor: Momentum (UK), The Weinstein Company (US)
Tanggal rilis: 5 October 2007 (UK)


Control adalah biopik hitam putih mengenai Ian Curtis (1956–1980), vokalis utama band post-punk Joy Division. Dibuat berdasarkan buku Touching from a Distance (1995), oleh co-produser sekaligus istri Curtis, Deborah, film ini bercerita mengenai perjalanan hidup musisi muda Ian Curtis sebagai katalis dalam scene punk rock di Inggris pada tahun 1970-an, dan band Joy Division selama tahun 1977-1980. Film ini juga bercerita mengenai pernikahan, perselingkuhan ekstramaritalnya, dan gejala epilepsinya yang kian memburuk — diduga mendorong bunuh dirinya di malam sebelum pertama Joy Division di Amerika.

Control diputar di C2O sebagai film pertama Music on Screen November 2009. Film ini disediakan oleh Akhmad Alfan Rahadi, vokalis Papa Onta Cult dan penulis friendzinesby, yang juga menyediakan diri menjawab berbagai pertanyaan dari penonton selesai pemutaran. Menurut Alfan, pendekatan film ini sama seperti The Doors yang menampilkan Val Kilmer sebagai Jim Morrison: menggunakan banyak “dramatisasi” dan musik-musik yang sudah terkenal, plus fotografi yang menarik. Tak heran, Corbijn sendiri terkenal dengan karya-karya fotografi, musik video dan desain albumnya; kerap kali ia bekerja sama dengan musisi-musisi. Judul film ini adalah referensi pada lagu Joy Division, “She’s Lost Control”— dipercaya sebagai referensi pada seorang klien penderita epilepsi yang Curtis kenal saat bekerja di Pusat Tenaga Kerja (job centre) di Macclesfield.

Menurut Alfan, lagu “She’s Lost Control” bukanlah lagu pertama yang dimainkan Joy Division. Sementara lagu “Atmosphere” yang dipilih untuk mengakhiri film – dengan adegan asap dari krematorium – adalah lagu terakhir yang ditulis oleh Curtis, yang video klipnya sendiri dibuat oleh Anton Corbijn (1988). Satu pertanyaan mendasar dari Erlin adalah, jika buku ini memang berdasarkan buku yang ditulis Deborah setelah kematian Ian, bagaimana Corbijn bisa menggambarkan begitu banyak isi pikiran Ian? Sayang sekali pertanyaan ini tidak bisa dijawab karena bukunya tidak ada…

Pemutaran kali ini dihadiri lebih banyak orang daripada biasanya – lebih dari 20 orang datang, apalagi setelah Control selesai dan dilanjutkan dengan Downtown 81. Film pseudo-dokumenter ini, dengan latar belakang New York tahun 1981, menampilkan snapshot suatu subkultur dari era post-punk di Manhattan, dan menampilkan Jean-Michel Basquiat dan berbagai artis Village awal seperti James Chance, Amos Poe, Walter Steding, dan Tav Falco. Soundtracknya menampilkan berbagai musisi termasuk Tuxedomoon, Melle Mel, Vincent Gallo, John Lurie, the Plastics, dan band Basquiat sendiri, Gray.

Dialog dari film disulih suara (dan sepertinya memberi kesan agak aneh/datar) oleh aktor Saul William karena dialog audionya sendiri hilang.

Terimakasih kepada Alfan yang telah bersedia menyediakan film-film di atas, menyumbangkan koleksi musik Joy Division dan menjadi narasumber untuk malam itu. Kami sampaikan juga terimakasih kepada semua penonton atas kedatangan dan sumbangannya, dan CCCL yang telah menyumbangkan sisa spanduk-cum-tikar yang sangat berguna. Mohon maaf atas segala kekurangannya, kami tunggu semua saran dan masukannya. Sabtu berikutnya, 14 November 2009, kami akan memutar Amandla!, dokumenter mengenai penggunaan musik dalam perjuangan melawan aparteid di Afrika Selatan, dengan Indra, Yogi dan Pundi sebagai pembicara (lihat jadwal lebih lengkap di sini).

Categories: Film reviews
Tags:

: Founding director, c2o library & collabtive. Currently also working in Singapore as a Research Associate at the Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS). Opinions are hers, and do not represent/reflect her employer(s), institution(s), or anyone else with whom she may be remotely affiliated.
Email this author | Visit author's website | All posts by

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
pasardjenggot575x350
Pasar Djenggot vol. 1

by c2o library & collabtive
Pasar Djenggot ☞ Minggu, 11 Desember 2016, pk. 15.00 – 18.00 di c2o library & collabti...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya