Pembatalan bedah buku Tan Malaka

Acara bedah buku Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia (jilid ke-4) yang semestinya diadakan di Perpustakaan C2O pada hari Jumat, 7 Februari 2014, pk. 18.30-21.00, dibatalkan. Keputusan pembatalan ditetapkan beberapa jam sebelum acara dimulai atas rekomendasi Polrestabes Surabaya dengan alasan keamanan.

Penyelenggaraan acara ini dilakukan bekerjasama dengan penerbit Yayasan Obor sebagai penerbit resmi buku Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia. Sudah ada tiga jilid bukunya yang telah diterbitkan, dengan jilid pertama diterbitkan tahun 2008. Buku-buku ini telah dijual, disebarkan dan dapat dibeli dengan bebas di berbagai toko buku besar di Indonesia.

Acara ini rencananya akan dihadiri tim redaksi Yayasan Obor selaku penerbit, dan Harry A. Poeze, sang penulis buku. Poeze sendiri adalah akademisi dari Belanda yang telah puluhan tahun meneliti Tan Malaka.

Pada paginya, Poeze sudah membahas bukunya dalam acara Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, dan berjalan dengan lancar. Tujuan rangkaian acara bedah buku ini adalah untuk membangun dialog yang sehat antara berbagai pihak mengenai Tan Malaka, tokoh yang sejak tahun 1963 diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional.

Tim Perpustakaan C2O
info@c2o-library.net
Jumat, 7 Februari 2014, pk. 21.20

Unduh PDF

Email | Website | More by »

C2O library & collabtive is an independent library and a co-working space that aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment. More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net

4 Replies to “Pembatalan bedah buku Tan Malaka

  1. Saking gemesnya dengan FPI sampai nggak tahu mau komentar apa. Mungkin tidak lama lagi akan ada perubahan ketiga UUD 1945 tahun 2014 pasal
    28E ayat 3: “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat kecuali front pembela islam berpendapat sebaliknya. Allahuakbar. Ganyang Amerika.”

Leave a Reply