Reportase: Codex Code

by
August 30, 2010 13:45

Rabu sore, 25 Agustus, sekitar pukul 16.00 pengunjung pameran mulai berdatang-an melihat-lihat karya yang dipamerkan sekaligus bertemu dengan teman-teman. Sehari sebelumnya, Agung, Wok dan Qomar dari Kedai Kebun Forum, dibantu oleh peserta Surabaya—Andre Budiman (Butawarna) dan Iqi Qoror—menyiapkan pameran di C2O. Tinta, Alfan (Papa Onta) dan Ari Kurniawan juga datang membantu persiapan.

Kudapan seadanya dan booklet materi pengantar pameran digelar di depan untuk pembukaan yang bertepatan dengan jam buka puasa. Wok memberi pengantar pendek, kemudian mempersilahkan pengunjung melihat-lihat karya pameran. Karena kebanyakan karya yang dipamerkan berupa buku, “bisa-bisa pengunjung tidak tahu mana yang karya pameran, mana yang koleksi perpustakaan,” candanya.

Memang, ini adalah pameran “buku”, tapi di sini peserta pameran dibebaskan untuk memaknai arti buku dengan sangat luas, sesuai dengan pengertian dan latar belakang masing-masing.

Ada yang menyulam beberapa sapu tangan dan menjahitnya di atas bantal. Ada yang membuat buku mewarnai dan mengundang pengunjung untuk mewarnai dan menulisinya. Ada buku-buku kecil dengan susunan abjad, dan gabungan buku dan audio. Sementara dari Surabaya, Butawarna menghadirkan konsep Codex Code Cliche (C3), berisi (parodi) klise buku-buku “seni”, dan Iqi menampilkan “LOOKBOOK” berisi lukisan-lukisan cat airnya.

Pengunjung berdatangan dari kalangan musisi, desainer dan seniman lokal Surabaya, kru CCCL, hingga peserta workshop liburan anak C2O (halo Jasmine!). Mereka tampak menikmati karya yang dipamerkan: tidak hanya menonton, tapi banyak bersosialisasi, berkenalan dengan teman baru atau bertemu kawan lama, sambil mengutak-atik—membolak-balik, menggambari, mewarnai dan menulisi—karya-karya pameran yang berbaur dengan koleksi dan ruang perpustakaan.

Proyek pameran buku CODEX CODE ini sebelumnya telah dipamerkan di Kedai Kebun, Yog-yakarta pada Maret 2010 yang lalu dan di Ruang Rupa, Jakarta, tgl 7-21 Agustus 2010. Foto-foto karya dan pembukaan juga dapat dilihat di facebook C2O: http://facebook.com/c2o.library

Semua foto di atas, oleh Erlin Goentoro.

Categories: HighlightNewsReportase
Tags:

: Founding director, c2o library & collabtive. Currently also working in Singapore as a Research Associate at the Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS). Opinions are hers, and do not represent/reflect her employer(s), institution(s), or anyone else with whom she may be remotely affiliated.
Email this author | Visit author's website | All posts by

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
pasardjenggot575x350
Pasar Djenggot vol. 1

by c2o library & collabtive
Pasar Djenggot ☞ Minggu, 11 Desember 2016, pk. 15.00 – 18.00 di c2o library & collabti...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya