Ayorek Cangkruk! #3

Sabtu 30 Juni 2012, pk. 16.00 – 19.00
di Granito Tile Studio, Jl. Alun-alun Contong no. 1B, Baliwerti
Bersama: De Maya, Surabaya Tempo Dulu, Lembaga Pemberdayaan Tuna Netra, Roodebrug Soerabaia dan Kami-Arsitek-Jengki (KAJ)

Ayorek Cangkruk adalah sesi perkenalan, berbagi dan bertukar ide, pengalaman, cerita, inspirasi antar komunitas dari berbagai latar belakang. Setiap komunitas bercerita mengenai asal mula komunitas masing-masing dan tujuan apa yang ingin dicapai. Pengalaman-pengalaman, proses kreatif, suka duka, hambatan, dalam melakukan berbagai kegiatan/projek.

Melalui Cangkruk ini, kita diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, ide, gagasan baru yang mungkin dapat memberi inspirasi. Dari cangkruk kita berharap dapat memperoleh pengetahuan baru, berkenalan dengan orang dan komunitas baru, mendapatkan peluang kolaborasi dengan individu/komunitas dari berbagai latar belakang, saling mendukung dan menginspirasi.

Gratis & terbuka untuk umum

Ayorek Cangkruk!

Sabtu 21 April pk. 16.00
di Orange House Studio, Jl. Kampung Malang Kulon I/3
bersama: Orange House Studio, Surabayafood.com, BRAngerous, Manic Street Walkers, Taman Nada, Forum Kota dan Gunawan Tanuwidjaja.

Ayorek Cangkruk adalah sesi perkenalan, berbagi dan bertukar ide, pengalaman, cerita, inspirasi antar komunitas dari berbagai latar belakang. Setiap komunitas bercerita mengenai asal mula komunitas masing-masing dan tujuan apa yang ingin dicapai. Pengalaman-pengalaman, proses kreatif, suka duka, hambatan, dalam melakukan berbagai kegiatan/projek.

Melalui Cangkruk ini, kita diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, ide, gagasan baru yang mungkin dapat memberi inspirasi. Dari cangkruk kita berharap dapat memperoleh pengetahuan baru, berkenalan dengan orang dan komunitas baru, mendapatkan peluang kolaborasi dengan individu/komunitas dari berbagai latar belakang, saling mendukung dan menginspirasi.

Gratis dan terbuka untuk umum.
Info: http://www.facebook.com/groups/ayorek/

Reportase: Surabaya Illustrated Travel

 Apa yang lebih meriah daripada malam yang penuh teman? Kami sudah menunggu lama untuk pameran ini. Terhitung sejak berakhirnya residensi Ajeng di surabaya, kami terus beranjak ke pekerjaan satu dan yang lain. Hifatlobrain menggarap video Vaastu, anak-anak c2o mengonsep platform Ayorek! -sebuah portal komunitas kreatif Surabaya- yang akan diluncurkan akhir Minggu ini, dan Ajeng kembali berkutat pada web …

Ayorek

Minggu, 25 Maret 2012, pk. 16.00
di C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
(peta lokasi bisa dilihat di: http://c2o-library.net/about/address-opening-hours/)

Pembicara:

Timoticin Kwanda (Arsitektur & Konservasi, UK Petra)
Jimmy Ofisia
Kathleen Azali
Ayorek adalah suatu platform yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengorganisasi pengetahuan-pengetahuan mengenai Surabaya, serta menampilkannya dalam berbagai format yang menarik dan lebih mudah diakses seperti infografik, komik, video, dsb.. Ayorek bertujuan untuk dibangun dengan menggunakan perkembangan dan kemudahan teknologi informasi di masyarakat dalam membangun infrastruktur awal untuk mendorong terjadinya proses diseminasi, interaksi, kolaborasi antar individu dan komunitas Surabaya, yang kemudian juga mendorong penciptaan pengetahuan mengenai Surabaya yang lebih kaya dan bervariasi.

Reportase: MSW #5 Mlaku-mlaku nang Tunjungan

25 Februari 2012. Pukul 06.30 saya sudah memasuki halaman Grahadi. (Saya sempat mengira Grahadi itu adalah gedung DPRD kota Surabaya.) Kru TV One dan Risma—walikota Surabaya—sudah beraktivitas disana. Anak2 MSW maupun KAJ belum datang. Iman menyusul datang, dia memarkir sepeda kayuhnya di CK. Kawan lainnya pun berdatangan : Kat, Ardian, Atthur, Claudia. Sudah jam 7, Rendy belum datang, seharusnya dia bersama saya menjadi narasumber untuk talkshow pagi ini. Akhirnya Atthur yang menggantikan Rendy. Rendy and the gang baru datang 15 menit kemudian. Talkshow pagi ini bersama Risma dan Prof. Wirawan—sosiolog dari FISIP Unair—mengenai fungsi ruang publik di Surabaya.

Risma sudah cukup banyak membangun taman kota dan fasilitas pedestrian—salah satunya trotoar yang lebar dan nyaman, tapi sayang yang menggunakan fasilitas pedestrian sangat minim. Mengutip twit kawan kami, Idha Saraswati, “Kalau ada klub pejalan kaki di surabaya, itu bukan karena walikota udah perbaiki trotoar, tapi karena mereka memang pilih jalan kaki #manic street walkers”. Yah memang, MSW memilih berjalan kaki bukan hanya karena adanya fasilitas pedestrian yang memadai, melainkan itu cara kami mengenal dan menikmati kota Surabaya.

Invitation

Sutradara: @affan_hakim | Produser : mas ibnu | cast: maaf gak sempet nyatet pas credit titlenya diputer Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie maker, minimal si sutradara atau produser atau salah satunya. Tidak hanya bertemu, mungkin juga saya bisa bertanya sesuatu hal yang ‘mengganggu’ atau ‘agak menganggu’ yang …

Invitation

Peluncuran & diskusi film “Invitation” di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 | Indonesia | Romance/Drama | 30 menit | Bhs Indonesia | English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

Ritus Modernisasi

Salah satu rujukan utama mengenai seni pertunjukan Jawa Timur ini mengandaikan pertunjukan ludruk sebagai suatu “ritus modernisasi”, di mana ludruk membantu orang-orang menetapkan gerak peralihan mereka dari satu macam situasi ke situasi yang lain, dalam hal ini dari tradisional (seperti desa) ke modern (kota, pabrik).

Bioskop Desain: Michael Bierut on Creative Morning

BIOSKOP DESAIN
“Michael Bierut on Creative Morning”

Screening & Discussion
(nonton film dan diskusi bareng-bareng)
Januari 20, 2012
6 PM @ C2O Library
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya

Michael Bierut studied graphic design at the University of Cincinnati’s College of Design, Architecture, Art and Planning. Prior to joining Pentagram in 1990 as a partner in the firm’s New York office, he worked for ten years at Vignelli Associates, ultimately as vice president of graphic design. His clients at Pentagram have included The Council of Fashion Designers of America, Harley-Davidson, The Minnesota Children’s Museum, The Walt Disney Company, Mohawk Paper Mills, Motorola, Princeton University, the Brooklyn Academy of Music, and the New York Jets.

Bierut’s work is represented in the permanent collections of the Museum of Modern Art and the Metropolitan Museum of Art in New York, and the Musee des Arts Decoratifs, Montreal. He has served as president of the New York Chapter of the American Institute of Graphic Arts (AIGA) from 1988 to 1990 and is president emeritus of AIGA National. Michael was elected to the Alliance Graphique Internationale in 1989, and was elected to the Art Directors Club Hall of Fame in 2003. Michael is a Senior Critic in Graphic Design at the Yale School of Art. He writes frequently about design and the co-editor of the four-volume series Looking Closer: Critical Writings on Graphicpublished by Allworth Press. In 1998 he co-edited and designed the monograph Tibor Kalman: Perverse Optimist. His commentaries about graphic design in everyday life can be heard nationally on the Public Radio International program “Studio 360.”

Rumah Leluhur NagaRumah Leluhur Naga

Menjelang tahun baru Imlek ini, kami mengundang sahabat untuk turut bergabung dalam :

Pemutaran & Diskusi Film Rumah Leluhur Naga (dokumenter mengenai klenteng Hok An Kiong)
Sabtu, 21 Januari 2012, pk. 18.00 – selesai

bersama:
– Giri Prasetyo (filmmaker, Matanesia)
– Shinta Devi (dosen sejarah Unair, peneliti klenteng Boen Bio dan sejarah Tionghoa)
– Ardian Purwoseputro (moderator)

Secara garis besar dokumenter ini bercerita tentang Klenteng Hok An Kiong, klenteng tertua di Surabaya, dan pengaruhnya terhadap perkembangan penduduk Tionghoa setelahnya. Giri menggarap video ini hampir setahun lamanya. Menetaskan ide pada bulan Februari, melakukan riset dan wawancara, hingga pengambilan ratusanfootage di kawasan pecinan Surabaya. Paper tentang pecinan karya Claudine Salmon dan pertemuannya dengan beberapa ahli budaya Tionghoa semakin memperkaya sudut pandang Giri dalam pembuatan film ini.

Terbuka untuk umum dan gratis. Donasi akan sangat dihargai untuk terus mendukung kelangsungan program kami.